oleh

SMKN Situraja Berpeluang Lolos, Lomba Usaha Kesehatan Sekolah

SITURAJA – Tim penilai lomba Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), menyebutkan SMK Negeri Situraja, sebanyak 75 presen sudah bagus. Sekolah yang mewakili Sumedang untuk ikuti lomba UKS tingkat Provinsi Jawa Barat itu, menjadi sekolah pertama yang ditinjau tim penilai dari provinsi, Senin (24/10) kemarin.

Ketua tim penilai, Teddy Hidayat menyebutkan, sekolah yang berada di Situraja ini, cukup memukau dan dirinya merasa betah karena kondisi sekolahnya sangat bersih.

“Saya menilai, bahwa sekolah ini cukup baik dalam hal kebersihan, dan saya lihat tidak ada satu pun sampah yang tergeletak, apalagi puntung rokok,” ucapnya kepada Sumeks.

Teddy memaparkan, hasil pantauannya masih ada bagian-bagian yang harus disempurnakan untuk bisa menjadi juara di ajang perlombaan ini. Namun hasil monitoring yang sudah dikantongi tim penilai, akan dilaporkan kepada pihak yang lebih berkopenten dalam hal ini.

“Ya, kalau peluang untuk bisa lolos, itu bisa-bisa saja. Tapi kita akan lakukan pemeriksaan dulu terhadap sekolah lainnya, karena ini sekolah pertama yang kita tinjau, jadi belum ada pembandingnya,” ucapnya.

Dia menambahkan, ada kemungkinan pihak monitoring akan kembali datang ke sekolah tersebut, namun secara silent (diam).

“Mudah-mudahan kita bisa kembali kesini. Tapi kalaupun kita kesini, itu akan secara diam-diam tak satu pun yang akan tau,” katanya.

Pihaknya pun menilai, sebuah sekolah yang dipimpin seorang perempuan dan bisa menata sekolahnya sampai semaksimal ini, hal itu sudah jadi hal yang luar biasa.

“Saya pribadi sangat salut kepada kepala sekolahnya, karena sudah bisa berusaha semakimal dan seketat ini, sampai-sampai saya tidak menemukan satu helay sampah dan satu putung rokok, padahal dia seorang perempuan,” katanya menambahkan.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN Situraja, Dra. Elis Herawati,M.pd menegaskan, dalam perlombaan ini, pihaknya sudah sangat maksimal. Bahkan untuk mengolah mental dan mengarahkan anak didiknya untuk berprilaku hidup bersih dan sehat itu tidak mudah. Sampai-sampai, dirinya pribadi selalu melakukan peninjauan dua kali dalam sehari untuk melihat gerak-gerik siswa dalam berprilaku hidup bersih.

“Tentunya untuk membentuk karakter siswa agar bertindak hidup bersih sangat tidak mudah, namun saat ini saya sudah berhasil membentuk karakter itu. Tanpa disuruh, mereka sudah paham apa yang harus mereka lakukan saat ada sampah,” tukasnya. (eri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed