oleh

Kiprah Dedi Suhayat Dalam Memajukan Dunia Pendidikan, Jabat Ketua PGRI, jadi Wadah Perjuangan Guru

Menyandang title guru, memang menjadi kebanggaan tersendiri bagi sebagian orang. Meski pahlawan tanpa tanda jasa ini kerap dipandang sebelah mata. Demi menunjang dan menjadi wadah para guru, tahun 1945 organisasi PGRI dibentuk. Lalu, bagaimana dengan kiprah ketua PGRI di Sumedang? Tentunya tak bakal berkembang tanpa nakoda yang handal. Berikut petikan wawancara dengan Ketua PGRI Kabupaten Sumedang.

ASEP NURDIN, Kota

BERKECIMPUNG  dalam dunia pendidikan, bukan hal baru bagi sosok bapak kelahiran Sumedang 12 Februari 1958 ini. Pasalnya, selama sembilan belas tahun berlalu, ia sudah bergabung dalam kepengurusan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sumedang.

Tidaklah heran jika beliau memiliki posisi di hati para guru, terlebih setelah jabatan sebagai ketua PGRI disandangnya sejak tahun 2012 sampai saat ini.

Dalam kiprahnya sebagai ketua PGRI Kabupaten Sumedang, H Dedi Suhayat S.Pd, M.Pd , banyak berjasa dalam memperjuangkan kesejahteraan para guru. Baginya, kesejahteraan para pahlawan tanpa tanda jasa ini merupakah hal  penting yang harus ia bela habis-habisan.

“Masalah sertifikasi dan perlindungan hukum bagi guru selelu kita perjuangkan dalam konteks apapun termasuk bimbingan profesi. Pada intinya, guru itu   betul-betul kita perjuangkan untuk menjadi seorang yang  profesional dan berkualitas,” kata  Dedi Suhayat kepada Sumeks, Selasa (25/10). 

Apalagi yang menyangkut masalah bimbingan karakter yang harus dikembangkan para guru, bapak dua anak ini selalu semangat memberikan  dukungan , selain kerjakerasnya .

“Kita sering mengupayakan maslah guru-guru yang statusnya masih  sukarelawan (sukwan) untuk menjadi Calon Pegawai Negri Sipil (CPNS),” katanya.

Dia selalu mengawal pengangkatan CPNS  sesuai dengan norma hukum yang ada.  “Kita sering melaukan audensi, melakukan langkah dan upaya  kepada  pemerintah baik provinsi atau pusat, agar guru sukwan secepatnya menjadi  PNS,” terangnya.

Meskipun menurut Dedi, tidak serta merta harus semuanya menjadi PNS. Namun upaya yang ia lakukan, selangkah demi selangkah membuahkan hasil dengan adanya penghargaan yang diberikan pemerintah kepada para  guru sukwan.

“Selain itu, tentang kesejahteraan guru sukwan ini,  sudah kita perjuangkan ke tingkat provinsi bahkan sampai ke pusat dalam hai ini kepada presiden, untuk menyisihkan sebagian anggaran untuk  penghargaan terhadap para guru yang sudah mengabdi dan memberi kontribusi terhadap pembentukan karakter anak bangsa,” katanya.

Dedi mengaku, atas perjuangannya yang selama ini ia lakukan untuk para guru, ternyata membuahkan hasil yang cukup baik. “Mungkin sudah ribuan guru bantu yang sekarang sudah bersertifikasi bahkan menjadi PNS selama saya menjabat ketua PGRI,” katanya.

Sekarang , kata Dedi pihaknya tengah menyusun lagi draf terkait CPNS. “Bagaimana kaitannya dengan ASN, kita akan ikuti alur itu agar tidak bertabrakan dengan aturan – aturan yang ada,” tambahnya.

Ia mengaku, meskipun banyak rongrongan dalam setiap langkah perjuangannya, namun ita tetap teguh dalampemdiriannya, yuitu berjuang untuk kesejahteraan guru. ” Karena saya selaku ketua PGRI, berjuang dengan ikhlas,” imbuhnya. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed