oleh

Pajagan Gelar Hajat Lembur,Eka: Lestarikan Budaya Tradisional

CISITU – Bupati Sumedang, H Eka Stiawan, mengapresiasi kesenian yang ada di Desa Pajagan, Kecamatan Cisitu, Selasa (25/10). Dalam acara Buku Tahun atau Hajat Lembur 2016 di Desa Pajagan, hadir orang nomor satu di Sumedang bersama jajarannya, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, memenuhi undangan hajat lembur tersebut.

Eka menyebutkan, kegiatan hajat lembur itu bisa dijadikan salah satu upaya untuk melestarikan budaya tradisional yang ada di desa tersebut. Dia juga, melirik banyaknya potensi yang bisa menguatkan perekonomian masyarakat desa yang tidak jauh dari Waduk Jatigede itu.

“Saya lihat desa ini sangat kaya akan tanaman dan hasil tani yang begitu subur, di acara ini saya lihat banyaknya pisang-pisang yang dipamerkan dan hasil bumi lainnya. Jelas ini bisa dikembangkan dan menguatkan ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Eka juga mengingatkan bahwa Sumedang itu adalah pusatnya atau pusernya budaya sunda. Kegiatan seperti ini harus bisa dimanfaatkan untuk mengenalkan budaya tradisional kepada generasi muda sebagai generasi penerusnya.

“Saya rasa apa yang ditampilkan di acara ini harus diperkuat dengan memberikan motivasi kepada anak-anak muda untuk bisa mencintai budaya tersebut,” kata dia.

Pada dasarnya, seni budaya yang masih ada harus selalu dilestarikan dan sudah kewajiban semua unsur masyarakat dan seniman untuk mengembangkan kesenian itu dengan cara menularkannya kepada generasi penerus.

Masih ditempat yang sama, Kepala Desa Pajagan, Cecep Mulyadi menerangkan, bahwa kegiatan hajat lembur ini jelas untuk mengajak masyarakat dan mengarahkannya agar ikut berpartisipasi dalam mengembangkan dan mempertahankan budaya tradisional.

“Mungkin dengan kegiatan seperti ini, masyarakat jadi merasa tergugah bahwa desa ini masih punya banyak budaya yang perlu dipertahankan,” kata dia.

Selain itu, ada juga potensi-potensi yang bisa dikembangkan, seperti potensi pengolahan makanan dari hasil tani yang didapat masyarakat.

“Mungkin pisang itu kalau dijual begitu saja, harganya akan murah. Tapi kalau diolah jadi salah satu makanan yang punya nilai jual lebih tinggi tentu bisa menghasilkan sesuatu yang besar juga,” ucapnya. (eri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed