oleh

Hujan Sebabkan Bencana Alam, Longsor Ancam Keselamatan Warga

JATINUNGGAL – Bencana alam tanah longsor, kembali terjadi di Kabupaten Sumedang, Rabu (26/10). Kali ini, dua rumah warga terkena longsoran tanah dari tebing setinggi delapan meter dengan lebar 10 meter.

Kapolsek Jatinunggal, AKP Bambang Sulihno, menyebutkan, dua rumah yang terkena musibah itu, milik Ratma (50) dan Awat (35). “Kejadian tersebut diakibatkan hujan deras, sehingga menimbulkan tanah longsor dengan ketinggian longsoran kurang lebih delapan meter, lebar kurang lebih 15 meter, menimpa dua unit rumah,” ujar AKP Bambang Sulihno saat dikonfirmasi Sumeks, kemarin.

Selain itu, longsoran yang meluber juga sempat menutup tempat penggilingan padi yang ada di sekitar lokasi kejadian milik Oyo. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Kepolisian sektor Jatinunggal dan Koramil setempat, langsung mengevakuasi keadaan dan melakukan proses pembersihan tanah longsor.

Bahkan, akibat intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung lama, mengaibatkan juga banyak pohon tumbang untuk menuju lokasi longsor. Hal ini, mengakibatkan hambatan bagi warga untuk melaluinya karena harus dilakukan terlebih dahulu pemotongan pohon yang tumbang.

“Selain itu, banyak juga pohon yang tumbang di sepanjang jalan,” kata dia.

Sementara itu, di saat bersamaan juga terjadi musibah benteng ambruk menimpa bagian dapur salah satu rumah warga Dusun Campaka Kaler, RT/RW 02/04, Desa Sundamekar, Kecamatan Cisitu, dengan ketinggian dua meter. Rumah Akma Omo (60), yang terkena longsoran tebing tersebut mengalami kerugian sekitar Rp lima juta.

“Hanya bagian dapurnya saja yang terkena runtuhan tebing yang longsor. Tapi sudah diperbaiki oleh warga dengan cara gotong royong,” kata Kepala Desa Sundamekar, Suharya. (eri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed