oleh

Sumedang Barat Darurat Sampah

CIMANGGUNG – Produksi sampah dari tiga kecamatan yaitu Kecamatan Cimanggung, Tanjungsari, dan Jatinangor mencapai 30 ton sampah setiap harinya. Bahkan jika ditambahkan dengan sampah yang tidak bisa terangkut bisa lebih dari itu yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Cibeureum, Kecamatan Cimalaka.

Seperti dikatakan Kabid Kebersihan dan Pertamanan, Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sumedang, Yayat usai memberikan sosialisasi penanganan sampah di Aula Kecamatan Cimanggung yang dihadiri para kepala desa serta warga, Senin (31/10).

“Jumlahnya mencapai 30 ton sampah itu yang bisa diangkut saja dari tiga kecamatan. Belum termasuk sampah yang tidak bisa diangkut. Itu menunjukkan jika sampah rumah tangga di tiga kecamatan tersebut sangat banyak,” kata Yayat kepada Jateks, kemarin.

Menurut dia, persoalan sampah yang setiap harinya bertumpuk menggunung menjadi permasalahan yang sangat sulit diatasi. Untuk penanganan sampah tersebut harus dimulai dari kesadaran masyarakat itu sendiri.

“Warga sebaiknya memiliki kesadaran agar tidak membuang sampah sembarangan. Dan itu akan mengurangi biaya pembuangan sampah yang cukup mahal,” terangnya.

Persoalan sampahpun menjadi persoalan kabupten, sebab dari total sampah yang ada se-Kabupaten Sumedang yang mencapai 110 ton sampah diproduksi setiap harinya. Hal itu yang membuat penanganan sampah di Kabupaten Sumedang semakin sulit.

Ditambah, lanjut dia, sampah tersebut harus dibuang di TPA Cimalaka setiap harinya. Dengan jumlah yang sangat besar setiap harinya, penanganan sampah di TPA Cimalaka akan semakin sulit. 

“Kedepan, agar tidak menumpuk, di wilayah barat terutama di tiga kecamatan itu nantinya akan dibuang ke Tempat Pemrosesan dan Pengolahan Akhir Sampah (TPPSA) Legok Nangka Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung. Karena tiga kecamatan tersebut yang paling besar produksi sampahnya,” katanya.

Meskipun demikian, kata Yayat, jika membuang sampah ke Nagreg dibutuhkan biaya tidak sedikit. Bahkan bisa mencapai miliaran rupiah dalam sebulan jika perhitungan per harinya 110 ton.

“Dengan kegiatan sosialisasi tentang penanganan sampah secara berkesinambungan, berharap warga dapat memahami tentang pembuangan sampah tersebut yang masuk dalam kategori pemborosan anggaran,” pungkasnya. (kos) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed