oleh

Harga Pokmas Perlu Distabilkan

KOTA – Melambungnya harga kebutuhan pokok masyarakat (Pokmas), belakangan ini memang tidak bisa terkontrol. Tak heran, bila harga harga kebutuhan masyarakat di pasaran, cukup memberatkan masyarakat, khususnya kalangan bawah.

Untuk bisa menstabilkan harga-harga kebutuhan masyarakat tersebut, pihak Bulog kini akan menyediakan bahan-bahan kebutuhan masyarakat, dengan harga relatif murah dibandingkan pasar umum. Itu dilakukannya, dengan cara menggandeng Rumah Pangan Kita (RPK).

Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag Sumedang, Elly S, ketika dikonfirmasi Rabu (2/11) mengatakan, RPK bisa dikatakan semacam toko atau warung yang menyediakan kebutuhan masyarakat seperti beras, gula, minyak goreng, telur, dan lain-lain.

RPK ini, nantinya akan menjadi milik perorangan atau di desa bisa menjadi milik Bumdes. Barang-barang yang dijual di RPK tersebut, akan dipasok Bulog, dengan harga yang telah ditentukan sehingga diharapkan harga tetap stabil.

“Yah, logikanya ketika barang di pasar tinggi, maka dipastikan pembeli akan membeli barang yang sama di RPK, dengan harga di bawah harga umum,” terangnya.

Dijelaskan Elly, untuk bisa mendirikan RPK, seseorang mengajukannya kepada Bulog dengan terlebih dahulu mengisi formulir dan persyaratan lainnya. Seperti NPWP, keterangan domisili, dan lain lainnya. Dan agar RPK tersebut bisa dipasok barang oleh Bulog, maka pemilik RPK harus menyetorkan dana terlebih dahulu, atau deposit sebesar Rp 5 juta.

RPK ini juga, lanjut Elly, selain bisa menjual barang-barang kepada masyarakat umum, juga bisa menjual barang kebutuhan masyarakat untuk penerima raskin. “Rencananya, kedepan penerima raskin ini tak akan lagi menerima beras seperti sekarang ini. Namun mereka, akan diberi voucher, dimana voucher ini bisa ditukarkan di RPK. Barang yang diberipun tidak terbatas dengan beras, tetapi bisa barang lain asalkan nilainya sesuai dengan voucher tersebut,” tambahnya seraya menambahkan RPK ini akan menjadi Mitra bagi penerima raskin. (her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed