Sumedang Ekspres

Bacaan Utama Warga Sumedang

sumeks_images

BERI KETERANGAN: Rektor Unpad, Prof. Dr. Rina Indiastuti membenarkan bahwa 8 petugas RSGM Fakultas Kedokteran Unpad di Bandung, terkonfirmasi positif Covid-19 dengan kondisi OTG. IST

8 Petugas RSGM Unpad Positif Covid-19

SUMEDANGEKSPRES.COM - Sebanyak 8 petugas Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Fakultas Kedokteran Unpad di Bandung, terkonfirmasi positif Covid-19 dengan kondisi OTG (Orang Tanpa Gejala). Kasus itu ditemukan setelah dilakukan tes kepada 100 orang yang bekerja di RSGM untuk persiapan pembukaan kembali pelayanan elektif spesialistik dan kamar operasi tanggal 1 Juli 2020.

SUMEDANGEKSPRES.COM – Sebanyak 8 petugas Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Fakultas Kedokteran Unpad di Bandung, terkonfirmasi positif Covid-19 dengan kondisi OTG (Orang Tanpa Gejala). Kasus itu ditemukan setelah dilakukan tes kepada 100 orang yang bekerja di RSGM untuk persiapan pembukaan kembali pelayanan elektif spesialistik dan kamar operasi tanggal 1 Juli 2020.

Saat ini, kedelapan OTG sedang menjalani isolasi mandiri.  Sebagian melakukan isolasi mandiri di tempat tinggal masing-masing, sebagian melaksanakan di RSHS dan kemungkinan akan pindah ke fasilitas Dinas Kesehatan Jawa Barat.

Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Rina Indiastuti mengatakan, dari hasil analisis kasus positif, diketahui walaupun kedelapan OTG merupakan petugas di RSGM Bandung, lokasi kerja masing-masing selama ini berbeda-beda.

Bahkan ada yang lebih banyak menghabiskan kegiatan di RSHS. Artinya, tidak terjadi kontak antar OTG tersebut yang mengarah ke sumber infeksi yang sama. “Berdasarkan hasil ini, tim Satgas Covid-19 Unpad bersama RSGM melakukan pelacakan kontak dan memantau kondisi sampai 14 hari ke depan. Selama masa isolasi mandiri, Unpad memberikan dukungan kepada keluarga kedelapan OTG tersebut,” katanya, kemarin.

Sementara itu, pihak RSGM dibantu Tim Sarpras Unpad, telah melakukan tindakan pencegahan dan sterilisasi dengan menggunakan desinfektan di lingkungan sekitar rumah sakit. Tindakan tersebut untuk memastikan fasilitas layanan kesehatan ini tetap aman bagi masyarakat.

Baca juga :

Puluhan Napi di Lapas Kelas II B Sumedang Jalani Swab Test

Unpad pun, kata Rektor, mencanangkan sistem surveilans dan respon covid-19 bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Unpad. Hal ini sejalan dengan upaya untuk menjamin kesehatan dan keselamatan warga Unpad.

“Terkait hal itu, Unpad telah mengembangkan sistem untuk memastikan tingkat literasi warga Unpad yang disebut e-learning Covid-19, yaitu pola edukasi daring tentang pengetahuan akan virus Corona, penyakit Covid-19, dan tindakan-tindakan pencegahannya. Keberhasilan dalam mengikuti kursus daring ini dibuktikan dengan sertifikat dan menjadi prasyarat bagi warga Unpad yang akan bertugas kembali di kampus. 

Selain itu, dikembangkan pula AMARI Campus 2.0 yang menjadi sistem surveilans dan monitoring Covid-19. Setiap kali akan masuk kampus maka sehari sebelumnya setiap warga Unpad harus mengisi AMARI Campus 2.0. Apabila ditemukan risiko tinggi pada pengisian AMARI tersebut, maka ditindaklanjuti dengan tes PCR,” ujarnya.

Rektor Unpad beserta tim Satgas Covid-19 Unpad telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendapatkan fasilitas pemeriksaan apabila diperlukan. “Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan juga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendapatkan alat tes yang mencukupi,” tutur Rina.

Khusus untuk warga Unpad yang terlibat dalam kegiatan pelayanan kesehatan baik di RSGM Unpad, Klinik Unpad, Laboratorium BSL-3, maupun RSHS sebagai RS Pendidikan Utama Unpad, dilakukan tes swab terarah (targetted swab).

Beberapa pemeriksaan swab telah dilakukan beberapa waktu yang lalu, seperti misalnya di Lab BSL-3 Jatinangor, di mana dari hasil tes saat itu disimpulkan bahwa semua yang bertugas dinyatakan negatif Covid-19. (imn/rls)