oleh

Pemilihan Osis Gunakan e-Vote

SITURAJA – Sistem digital berbasis aplikasi, sudah diterapkan dalam pelaksanaan pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di SMK Negeri Situraja. Para pemilih itu, dapat dengan mudah melihat hasil begitu dia keluar usai memberikan hak pilihnya.

Aplikasi buatan siswa jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) SMK Negeri Situraja itu, diberinama e-Vote. Deden Muhammad Furqon dan Mamur Mulyawan, sebagai penggagas dan developer aplikasi berbasis website tersebut, mengaku aplikasinya dapat dengan mudah dipelajari. Usai melakukan input data pemilih ke dalam database, sebanyak 20 siswa persatu kali putaran, memberikan hak pilihannya terhadap jagoan yang mereka kehendaki untuk menjadi Ketua OSIS.

“Sistem ini memang baru pertama kali digunakan,” ujar Mamur Mulyawan saat dikonfirmasi, Kamis (3/11).

Saat pembuatan aplikasi, lanjut siswa kelas XII-RPL3 itu, menghabiskan waktu selama seminggu. Dia menyebutkan, aplikasi yang dibuatnya itu menggunakan bahasa pemograman PHP dengan database MySQL.

“Saya membuat aplikasi ini untuk mengurangi angka golput. Dan memudahkan dalam perhitungan data,” katanya.

Ditanyakan apakah dengan penggunaan sistem tersebut masih terjamin langsung, umum, bebas, dan rahasianya. Dirinya memastikan, data yang terinput kerahasiannya, akan terjamin. Id yang dimasukan ke dalam database tersebut bukan nis, tetapi id unik yang digenerate oleh sistem.

“Tetap masih luber, karena hanya id unik yang masuk. Sementara namanya tidak. Kalau pakai NIS atau nama, tentu akan ketahuan siapa milih siapanya,” tambahnya.

Lebih lanjutnya, hal kesulitan yang dihadapi saat dirinya melakukan coding. Meski demkian, dirinya masih tetap mendapatkan bimbingan dari guru RPL. “Tetap kalau pas ada kesulitan mendapatkan bimbingan,” paparnya.

Menanggapi kreativitas dari siswanya, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Dedi Mulyadi S.Pd, memberikan apresiasi luar biasa. Dia menyebutkan, sistem e-Vote merupakan pengembangan dari sistem yang sebelumnya sudah dilakukan.

“Sebenarnya, sistem seperti ini sudah pernah dilakukan, tetapi kalau dulu pakai barcode dan hanya satu perangkat lunak yang digunakan. Kalau sekarang, dengan berbasis website ini dalam satu kali putaran bisa dua puluh siswa, jadi lebih cepat,” kata Dedi Mulyadi.

Dirinya, mengaku bangga dengan kreativitas siswanya itu, karena semuanya dirancang langsung anak-anak RPL. Kedepannya lanjut Dedi, pihaknya tengah merancang sistem untuk ulangan siswa.

“Melihat antusias siswa, tidak menutup kemungkinan sistem ulangan pun akan diterapkan secara digital, seperti UKG. Dan itu sudah dirancang, nanti soalnya akan acak diberikan pada siswa. Sebentar lagi sistemnya akan rampung,” ungkapnya.

Kedepannya diharapkan, pengembangan akan lebih besar, dan penggunaan e-Vote dapat untuk dipergunakan di Pilkada atau Pilkades.

“Tidak menutup kemungkinan, kalau pendidikan pemilihnya sudah tinggi pemahaman terhadap IT-nya, kalau sekarang kan melihat komputer aja terkadang masih asing.

Tinggal bagaimana penguasaan IT pada masyarakat,” tambahnya.

Dia meyakini, dengan sistem e-Vote secara cost, lebih rendah dan yang terpenting terjamin kerahasiaan serta keamanan sistemnya. Selain itu, memudahkan dalam mengetahui hasil.

Sementara itu, prolehan hasil yang didapatkan oleh peserta yang dicalonkan menjadi ketua dan wakil OSIS, adalah Inggrid-Arie, memperoleh suara sebanyak 211, Reni-Rina memperoleh jumlah suara sebanyak 608, Cezatrio-Veni prolehannya 278. Berdasarkan hasil prolehan suara, maka pasangan Reni dan Rina menjadi ketua dan wakilnya. (eri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed