oleh

Mengenal Usaha Iltizam Sablon dan Percetakan di Desa Citimun-Cimalaka

Iltizam Sablon dan Percetakan, merupakan salah satu usaha sederhana yang mampu bertahan hingga 12 tahun lamanya. Mulai dari tahun 2004 hingga sekarang, usaha ini terus ditekuni pemiliknya, Ustad Ridwan. Bahkan sang pemilik ini pun, bercita-cita untuk bersaing hingga lebih memajukan usahanya.

ATEP BIMO ARIO SUTEJO, Cimalaka

MESKIPUN dengan peralatan yang sederhana dan seadanya, Iltizam Sablon dan Percetakan, mampu bertahan selama hampir 12 tahun. Usaha yang ditekuni Ustad Ridwan itu pun, hasilnya untuk menghidupi kebutuhan keluarganya.

Usaha sablon dan percetakan yang digeluti Ustad Ridwan, merupakan usaha warisan dari orang tuanya. Ridwan sendiri, memulai usaha mandiri ini, sejak tahun 2004 lalu. Saat itu, ia memulai usaha di kota kelahirannya, di Bandung.

Pada tahun 2005, Ridwan memindahkan usahanya ke Dusun Ciseda, RT/RW 02/04, Desa Citimun, Kecamatan Cimalaka, dimana istrinya tinggal. Di Desa Citimun ini, usaha itu pun terus digeluti Ridwan. Berbagai produk dari Iltizam Sablon dan Percetakan pun, telah dihasilkan. Diantaranya, kaos, jaket, pesanan undangan, gantungan kunci, lencana plakat, sablon plastik, huruf balok stainles, dan lainnya.

“Saya tertarik usaha ini, karena banyak pesanan yang berhubungan dengan konveksi. Terutama kaos-kaos dan jaket,” katanya saat berbincang dengan Sumeks di kediamannya, Kamis (3/11).

Mengenai produknya yang terbilang paling laris, terdapat beberapa macam. Seperti pesanan kaos, dan sablon plastik kemasan roti yang dikirim ke sebuah pabrik roti di Gandasoli. Disebutkannya, pesanan kaos banyak diperoleh dari mitra kerja. Misalnya dari MAN 1 Sumedang, atau sekolah lainnya yang berada di sekitar Kecamatan Cimalaka.

Selain itu, pihaknya juga sering menerima pesanan pin dari paskibra Kabupaten Sumedang.

“Mereka merupakan mitra kerja yang sudah berlangganan dengan Iltizam Sablon dan Percetakan,” ujarnya.

Menurut Ridwan, usaha yang digelutinya sudah terbilang cukup lama. Tetapi kini, perkembangannya masih bersifat monoton. Alat-alat yang dimiliki untuk menjalankan usahanya itu, masih sederhana dan terbatas.

Meski demikian, dirinya bercita-cita untuk memajukan usaha yang telah digelutinya agar bisa lebih maju. Terutama dengan menggunakan alat-alat yang lebih baik, dan melengkapi peralatan yang ada.

“Kami berharap ada investor atapun bantuan pemerintah yang bisa memberikan tambahan modal. Karena, masih banyak kekurangan peralatan yang dimiliki oleh usaha kami,” harap Ridwan. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed