oleh

Pedagang Berinovasi Racik Miras

KOTA – Minuman keras oplosan mendadak menjadi tren di Sumedang. Dalam beberapa waktu terakhir, efek dahsyatnya sering merenggut korban jiwa. Tak pelak, minuman memabukkan yang diracik dengan bahan tambahan ini, menjadi buruan aparat kepolisian.

Peredaran Miras oplosan sebenarnya sudah dikenal oleh kalangan penikmat Miras sejak beberapa tahun silam. Bahkan di Sumedang pernah terjadi peristiwa menggemparkan dengan dirawat lebih dari seratus orang akibat miras, serta belasan orang meninggal dunia.

Peredarannya yang terselubung membuat Miras racikan ini kadang sulit terendus. Sebut saja Bajing (nama samaran), salah satu pecandu Miras asal Sumedang Selatan. Pemuda yang sudah mengenal Miras sejak usia remaja itu mengakui Miras yang sering dioplos mayoritas adalah jenis ciu. Kemunculan oplosan ibarat inovasi yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

Bahan tambahan yang dicampur pun terus berganti mengikuti selera pasar. Mulai dari campuran minuman suplemen macam Hemaviton, Ekstra Joss, hingga minuman ringan atau soft drink semacam Cola-cola, Sprite dan Tebs. Bahkan ada pula yang dicampur obat seperti Ginseng atau tolak angin. Semua demi satu tujuan yakni menambah cita rasa dan mempercepat mabuk.

“Kalau cuma ciu saja kadang karena sering diminum jadi hambar (biasa) dan nggak ada rasanya. Yang biasa sering minum pasti pingin beda. Biar naik, ya itu caranya ditambahi minuman ringan biar ada manis-manisnya. Lalu kalau ditambah kayak gitu biasanya cepet naik,” ujarnya.

Seperti hukum pasar, kebiasaan penggemar ciu ini pun dijawab oleh para penyedia Miras. Menurut Jabrig (nama samaran) warga Sumedang yang juga sudah lama mengenal Miras, beberapa penjual kemudian saling berlomba berinovasi menyediakan racikan Miras oplosan untuk menggaet pembeli.

Sepengetahuannya, untuk wilayah Sumedang, ada beberapa penyedia Miras oplosan. Di wilayah Sumedang biasanya Miras oplosan yang tersedia sudah diracik dengan minuman suplemen dan minuman ringan. Selain itu, di lokasi ini juga terkenal dengan oplosan ciu dengan Rivanol- sejenis alkohol yang biasa digunakan untuk obat pengering luka.

Dia membeberkan, untuk satu botol ciu ukuran 600 mililiter, campurannya antara dua sampai tiga tetes Rivanol. Racikan ini biasanya baru dicampur ketika transaksi dengan dosis menyesuaikan selera pembeli.

Untuk satu botol kemasan 600 mililiter itu dibanderol Rp14.000. Bagi penggemar Miras, harga itu termasuk ringan sehingga oplosan dari wilayah itu memang laris manis. Sementara penjual di beberapa lokasi lain, oplosan yang dijual biasanya ciu plus bir atau minuman ringan dengan harga Rp 45.000 per liter untuk kemasan 1,5 liter.

“Kalau ditambah alkohol murni, biasanya satu botol kecil itu Rp10.000 nanti jadi Rp14.000,” bebernya.

Meski sudah langganan, tak sedikit penjual Miras oplosan yang nakal. Menurut Bajing, ada beberapa penjual ciu yang mengoplos air atau air kelapa muda dengan tujuan meningkatkan volume agar keuntungan lebih besar.

Namun pembeli pun juga sudah hafal karena oplosan jenis ini biasanya menghilangkan rasa serta tak jarang memicu gangguan kesehatan. Perihal efek oplosan yang sudah banyak merenggut korban jiwa, mereka mengaku sebenarnya juga takut.

“Makanya kadang kita pilih beli yang sudah kenal dan oplosannya nggak macam-macam. Kalau yang bahaya itu mungkin campurannya pakai autan atau obat apa gitu,” ujar bajing.

Sementara, salah satu penjual Miras berinisial S, menuturkan sudah bertahun-tahun berjualan Miras jenis ciu. Namun yang biasa ia jual adalah ciu murni dan hanya sesekali melayani pembelian oplosan dan bahan yang biasa dipakai adalah minuman suplemen.

Diakuinya jika diberi bahan tambahan atau oplosan, memang sedikit meningkatkan harga dan keuntungan.

“Kadang satu liter ciu kita jual Rp10.000. Kalau dioplos pakai suplemen bisa jual Rp20.000,” akunya.

Mengingat risiko, para penjual memang memilih sembunyi-sembunyi dan hanya pelanggan yang sudah pernah membeli saja yang dilayani. Untuk keamanan, barang dagangan memang tidak dipajang tapi disembunyikan di dalam rumah, di kebon atau kadang dititipkan di rumah tetangga. Permintaan ciu atau Miras oplosan biasanya meningkat ketika ada hajatan dengan hiburan band atau acara yang banyak menjadi kesukaan remaja. (her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed