oleh

LSM Desak Ungkap Pungli di Lingkungan Pendidikan

KOTA – Terkait dengan maraknya isu berbagai pungutan liar (pungli) berupa pemangkasan dana bantuan di Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Direktur LSM Instan, Ifan Yudi Wibowo, menduga bahwa hal ini sudah masuk pada ranah tindak pidana korupsi yang luar biasa. Dirinya menduga, bahwa disdik menjadi sarang korupsi terselubung. Sehingga dengan begitu, kejaksaan sudah harus melakukan penyelidikan masalah ini.

“Sudah tidak abu-abu kok, ini terang benderang. Kejari kok diam saja?,” tegas Ifan saat ditemui di kantornya, Senin (7/11).

Diduganya, setiap dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang turun ke tiap sekolah, dana alokasi khusus (DAK), bahkan dana bantuan ke PAUD, disunat dengan berbagai macam alasan.

“Seperti Uang Pembangunan di sekolah, seolah ini terang benderang. Gak boleh lagi itu siswa dibebani dengan uang pembangunan segala. Partisipasi orang tua murid arahnya tidak begitu, tapi arahnya sukarela bukan dipatok, kalo dipatok ini sudah menyalahi aturan,” terangnya.

Belum lagi menurutnya, jika ada siswa yang ingin masuk sekolah favorit, diharuskan bayar. Ia menilai, dengan anggaran yang terbilang besar itu, belum ada peningkatan infrastuktur penujang sekolah.

“Semua proyek juksung diperjual belikan oleh dewan, dan dinas. Makanya, kwalitas pembangunanya sangat rendah, sebab pengusaha harus beli proyek, dan memikirkan keuantungan,” tambahnya.

Menurutnya, dalam hal ini sudah bukan rahasia umum lagi dan diketahui publik. Selain itu, ia juga mempertanyakan adanya kelanjutan penggelapan pajak galian pasir yang salah satu terdakwanya sudah divonis satu tahun.

“Bukankah Hakim Tipikor Jabar sudah memerintahkan kepada jaksa penuntut umum, mengingat belum ada kejelasan kemana pajak galak pasir di setor. Maka hakim memerintahkan kepada jaksa untuk mencari biangkeroknya, Tapi mana, kok diam dan terkesan dipetieskan. Publik menunggu tindaklanjut kasusus tipikor pajak galian pasir selanjutnya,” tukasnya. (her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

News Feed