oleh

Siswa Korban Bencana Alam di Huntara Sakurjaya Masih Menunggu Status Kepindahan

Siswa-siswa korban bencana alam yang kini berada di hunian sementara (Huntara) Blok Pamoyanan, Desa Sakurjaya, Kecamatan Ujungjaya, masih terus belajar di SD Trijaya sebagai siswa titipan. Meski begitu, para siswa-siswa mengaku mulai betah, kerasan, dan mulai bergaul dengan murid-murid lainnya. Berikut liputannya.

ATEP BIMO ARIO SUTEJO,

Ujungjaya, TAK terasa, warga korban bencana alam telah menempati hunian sementara di Desa Sakurjaya, Kecamatan Ujungjaya, selama beberapa minggu. Warga yang didalamnya terdapat sejumlah anak anak yang masih sekolah, mulai betah dan kerasan tinggal di Blok Pamoyanan tersebut.

Bahkan sebagian besar dari mereka, mengharapkan untuk menjadi penghuni tetap di lokasi hunian itu. Begitu pula yang terjadi dengan para siswa korban bencana alam. Baik dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD) ataupun Sekolah Menegah Pertama (SMP).

Sebagian besar dari mereka, berharap untuk tetap bersekolah di Kecamatan Ujungjaya. Terutama untuk para siswa tingkat SD, yang kini bersekolah di SD Trijaya, Kecamatan Ujungjaya. Seperti diungkapkan Kepala Sekolah SD Trijaya, Drs Ade Yaya Suryana, saat dijumpai Sumeks, Senin (7/11) kemarin.

“Mereka sudah betah dan kerasan bersekolah di sini. Mereka sudah bergaul dengan para siswa asli SD Trijaya,” ujar Ade di sekolahnya.

Disebutkan Ade, murid korban bencana alam di SD Trijaya, masih menunggu kepastian status. Sekarang ini, para siswa itu masih berstatus murid titipan dari SD asal mereka.

“Para siswa tersebut menunggu kepastian status orang tua mereka. Apakah akan tetap tinggal di Huntara dan menjadi hunian tetap (Huntap). Atau, akan kembali ke tempat tinggal mereka,” tuturnya.

Sampai saat ini, Dinas Pendidikan sendiri belum menentukan nasib status para siswa itu. Akan tetapi yang terpenting, para siswa dapat belajar dan memperoleh pendidikan yang sempat terhenti selama beberapa minggu pasca bencana itu.

“Mereka biarlah mendapatkan apa yang menjadi hak mereka. Termasuk bidang pendidikan yang sangat diperlukannya,” terangnya.

Menurutnya, berdasarkan data terakhir, jumlah murid korban bencana alam yang belajar di SD Trijaya, semuanya mencapai 50 orang. Terkait status siswa sendiri, kata dia, pihaknya selalu siap menerima apapun yang akan menjadi keputusan siswa korban bencana alam itu.

“Apakah akan terus belajar di SD Trijaya, atau akan kembali ke SD asal mereka. Terpenting, kami mendukung para siswa untuk tetap belajar dan mendapatkan pendidikan,” tukasnya.

Disamping itu, Ade berharap agar para siswa titipan itu terus bersemangat untuk belajar. Dirinya beserta pihak pengajar di SD Trijaya, akan memaksimalkan potensi yang ada, agar para siswa mendapatkan pendidikan seutuhnya.

“Bencana alam ataupun kejadian lainnya tidak boleh menjadi penghalang untuk siswa tetap belajar. Mereka harus tetap bersemangat untuk menuntut ilmu di manapun mereka berada,” pungkasnya. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed