oleh

Puluhan Rumah di Ciherang Terancam Tertimbun

KOTA – Pasca bencana longsor yang terjadi beberapa waktu lalu di Kabupaten Sumedang, sampai saat ini masyarakat masih cemas. Pasalnya, menurut warga yang tinggal di sekitaran lokasi bencana, masih ada pergerakan tanah yang menyebabkan terjadi longsoran kecil.

Seperti yang terjadi di wilayah Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan. Masyarakat masih merasakan adanya pergerakan tanah. Bahkan, ada beberapa rumah yang mengalami kerusakan akibat pergerakan tersebut.

Salah seorang warga setempat, Ujang Rukmana, menuturkan jika ada beberapa rumah yang turut ambruk akibat pergerakan tanah tersebut. “Pergerakan tanah disini sudah semakin meluas dan banyak merusak rumah warga. Bahkan ada rumah warga yang ambruk juga.Ada juga yang sampai miring hingga 20 derajat,” katanya kepada Sumedang Ekspres, Selasa (8/11).

Ujang juga mengatakan, kondisi rumahnya yang berlantai 2 tersebut saat ini terbilang parah. Bahkan 2 kamar dan 1 mushola yang ada dirumahnya sudah ambruk dan berlobang.

“Sudah ada bagian-bagian rumah yang ambruk dan berlubang. Kerusakan itu terus terjadi selama musim hujan ini,” ujarnya.

Akibat hujan yang berkepanjangan, retakan yang terjadi dirumah Ujang akibat pergerakan tanah, semakin hari kian semakin membesar. Bahkan tak jarang rumah yang ditempati oleh tujuh orang tersebut kerap terdengar suara pecahan tembok dinding yang retak. Walaupun kondisinya sudah sedemikian rupa, Ujang beserta keluarga terus menempati kediamannya.

“Ini sudah terjadi sejak lama, bahkan saya pernah memperbaikinya. Namun pasca bencana kemarin, kerusakannya jadi semakin parah.
Dipastikan diakibatkan oleh bencana, karena rumah saya memang dekat jalan, kalau ada mobil besar juga suka terasa bergetar,” sebut Ujang.

Ujang juga merasa kecewa dengan pemerintah yang dinilai kurang memperhatikan warga yang mengalami rumah rusak akibat pergerakan tanah. “Puluhan rumah milik warga di Ciherang ini, menurut informasi belum ditindaklanjuti secara serius oleh pemerintah. Padahal, selama ini puluhan kepala keluarga terus menempati rumah mereka yang terancam ambruk akibat pergerakan tanah,” tuturnya. (bay)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed