oleh

Disperindag Gelar Operasi Pasar Elpiji

LANGKANYA elpiji 3 kilogram di kota Bengkulu diduga kuat adanya permainan antara agen dan pangkalan. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bengkulu pun sudah mengetahui indikasi permainan yang membuat elpiji langka.

Oleh sebab itu, sejak Senin (7/11) lalu, Disperindag Kota menggelar operasi pasar di setiap kecamatan di Kota Bengkulu. Operasi pasar ini atas kerjasama Disperindag Kota Bengkulu dengan Pertamina, agen dan pihak kepolisian.

Operasi pertama digelar di Kantor Kecamatan Ratu Samban dengan menyiapkan 560 tabung elpiji 3 kg. “Tujuan operasi pasar ini untuk menepis isu kelangkaan tabung elpiji 3 kg. Kelangkaan itu disebabkan adanya permainan dari pangkalan.”

“Jadi kami surati Pertamina menggelar operasi ini dan membantu masyarakat,” jelas Pelaksana Tugas Sementara (Plt) Disperindag Kota H. Kwartin Kusuma, SE, MM seperti diberitakan Rakyat Bengkulu (Jawa Pos Group) hari ini.

Operasi pasar ini khusus untuk masyarakat di sekitar area kecamatan tempat berlangsungnya operasi.

Masyarakat dapat menukar dan membeli tabung gas elpiji 3 kg dengan harga Rp 15.300 pertabung. Satu orang dijatahi dua tabung saja.

“Tidak boleh lebih dari dua tabung. Kami tandai jika sudah mengambil. Jadi kalau ada yang datang dua kali, ya dilarang. Biasanya pasti mau jualan,” tegas Kwartin.

Kwartin menambahkan, operasi ini bertujuan memberikan teguran kepada agen dan pangkalan yang nakal.

“Ini bentuk teguran kami kepada agen dan pangkalan yang sering menimbun lalu menjual dengan harga tinggi di warung-warung,” ujar Kwartin.

Operasi pasar ini akan digelar besok (hari ini) di kantor Kecamatan Teluk Segara dan Muara Bangkahulu.

“Jika memungkinkan kita akan mengunjungi setiap kantor camat. Kami akan sediakan tabung secukupnya. Jika kurang akan kami minta lagi ke Pertamina. Harga setiap tabung tidak lebih dari harga yang telah ditentukan,” pungkas Kwartin. (cw1/ray/jpnn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed