oleh

Camat Kades Siap-siap Dipecat

KOTA – Bupati Sumedang, H Eka Setiawan, melarang keras adanya pungutan liar (Pungli) dalam pengurusan administrasi kependudukan, seperti pembuatan KK atau KTP. Bahkan Bupati Eka mengancam, jika kedapatan ada camat atau kepala desa melakukan pungli dalam pengurusan administrasi kependudukan, bupati akan memberikan sanksi tegas, bahkan pemecatan.

Menurutnya, selama ini masih banyak warga yang enggan mengurus sendiri KTP maupun KK-nya. Sehingga meminta bantuan dari petugas baik ketua RT RW, aparat desa atau kecamatan, maupun pegawai Disdukcapil.

“Untuk pengurusan ini biasanya mereka memberikan ongkos transportasi secara sukarela. Namun hati-hati, ini bisa mengundang kesalahpahaman juga,” kata Eka kepada para camat dan Ketua Apdesi Kecamatan se-Kabupaten Sumedang, saat Sosialisasi Kebijakan Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Ruang Cakrabuana, Rabu (9/11).

Untuk menghindari pungli, bupati mengimbau agar masyarakat mengurus sendiri dokumen kependudukan. Bupati juga mengatakan, bahwa Pemkab Sumedang bersama jajaran penegak hukum masih sedang membahas rencana pembentukan tim sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) di Sumedang.

Langkah lainnya, dengan memasang spanduk di tiap-tiap kantor desa, kecamatan, maupun dinas tentang larangan pungli. “Cara yang paling penting adalah pencegahan. Saya minta di tiap kantor desa dan kecamatan dibuat spanduk ‘Bebas Pungli’ yang besar-besar agar kelihatan oleh warga. Begitu juga di dinas-dinas,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, H Agus Seksarsyah, menuturkan bahwa berdasarkan Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester I Tahun 2016 dari Kemendagri, dari 815.667 jiwa penduduk Sumedang yang wajib memiliki KTP, baru 771.992 jiwa. Yang sudah mempunyai KTP Elektronik, dan 784.076 jiwa yang sudah melakukan proses perekaman KTP Elektronik. “Jadi, sebanyak 43.745 jiwa belum memiliki KTP Elektronik dan 31.591 jiwa belum terekam,” ujarnya.

Pihaknya, telah menyampaikan undangan kepada warga untuk segera melakukan perekaman bagi yang belum.
“Surat tersebut sudah didistribusikan ke para ketua RW dan RT. Semoga secepatnya semua beres direkam,” tuturnya. (her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed