oleh

Ciburial Sepi, Perlu Dikelola

CIMALAKA – Setiap Weekand (akhir minggu), sudah dipastikan banyak tempat wisata diserbu pengunjung. Sehingga jauh-jauh hari tempat wisata tersebut mulai dibenahi agar menarik perhatian pengunjung yang berlibur.

Akan tetapi, berbeda dengan Wisata Alam Ciburial yang juga sebagai bumi perkemahan di Desa Licin, Kecamatan Cimalaka. Lokasi yang banyak ditumbuhi pohon pinus ini, nampak terlihat biasa tanpa adanya perubahan atau pun penataan tempat. Sehingga kondisi Wisata Alam Ciburial itu, nampak terlihat sepi dari pengunjung walaupun tempat tersebut gratis.

Padahal, bila tempat tersebut kembali dikelola dengan benar, sudah dipastikan akan menjadi tempat wisata paling menarik dibanding dengan lainnya. Terlihat dari keasrian alamnya yang ditumbuhi pepohonan, dapat dikembangkan menjadi sebuah tempat bermain. Maka dengan pengunjung pun akan datang ke tempat wisata tersebut.

“Ah Ciburial ini mah dari dulunya juga seperti ini saja. Walau pun sempat ramai menjadi bumi perkemahan, sekarang mulai jarang yang datang. Jadi tempat pun tidak dikelola lagi. Padahal menurut saya, tempat ini kalau dipelihara lagi dengan ditata rapih pasti akan menarik untuk didatangi,” kata Aan warga setempat, Kamis (10/11).

Kendati demikian, hal tersebut pun pernah kembali dicoba dengan membuka warung dengan disediakannya meja-meja sebagai tahap pertamanya. Yang ditujukan untuk tempat istirahat pengunjung yang datang ke tempat tersebut. Namun disayangkan, hasilnya masih kurang memuaskan dan tidak berjalan lama.

“Pernah juga diramaikan lagi dengan membuka warung kopi dan makanan. Tapi cuma ramai sebentar, tidak bertahan lama. Karena sebenarnya di tempat ini yang perlu diutamakan itu fasilitasnya, sehingga dapat menjadi daya tarik,” terangnya.

Terpisah, Asep warga lainnya pun mengatakan hal senada. Bahwa begitu disayangkan tempat tersebut dibiarkan tanpa adanya pengelola untuk di kembangkan. Karena menurutnya, Wisata Alam Ciburial itu merupakan tempat yang bagus untuk dijadikan tempat hiburan akhir pekan atau pun pada libur hari-hari besar.

“Kalau dulu kepengurusannya berjalan mungkin sekarang udah berkembang. Tentunya disayangkan lah tempat bagus begini dibiarkan. Walaupun masih suka ada yang berdatangan pun hanya orang-orang dari sini saja itu mah,” pungkasnya. (sep)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed