oleh

Warung Kopi Kabuyutan Siap Angkat Perekonomian Sumedang

Para sesepuh Kabupaten Sumedang, ingin melestarikan kebudayaan daerah Sunda. Salah satunya adalah program peningkatan ekonomi masyarakat Sunda. Hal yang dilakukan saat ini adalah dengan membentuk suatu usaha dengan sistem gotong royong sabilulungan. Seperti apakah ceritanya, berikut liputannya.

SOBAR BAHTIAR, Kota

POLANYA memang sederhana, bahkan dinilai buhun. Ya, sistem Gotong Royong akan menjadi cara untuk mengembalikan jiwa kerja sama dalam menggebrak perekonomian. Mirip sistem Koperasi, dari anggota, untuk anggota dan oleh anggota. Dimana sistem tersebut merupakan sebuah sistem warisan leluhur masyarakat sunda.

“Sunda, Nusantara dan Indonesia merupakan tiga serangkai yang tidak bisa dipisahkan. Saat ini, kegiatan kami disini hanya pembukaan sebuah usaha warung kopi kabuyutan. Dan untuk hari ini kita ada dua titik dengan warung Legok Cawene 69 yang ada di Paseh,” kata salah seorang pemilik warung kopi kabuyutan yang berada di Jalan Suryaatmadja, Iman Sugiaman, Selasa (15/11).

Iman juga mengakui, dirinya bersama para tokoh lainnya merupakan salah satu bibit yang merintis sistem ekonomi masyarakat sunda terdahulu. “Kita disini sebagai embrio JAWARA (Jaringan Warung Rakyat) siliwangi yang berbasis gotong royong sabilulungan,” ujarnya.

Adapun terkait menu yang disajikan oleh warung kopi kabuyutan memiliki jenis menu yang bervariatif.

Dengan konsep Kabuyutan tersebut, menu yang disajikan pun tentunya berbagai jenis makanan khas sunda.

“kedepan kita akan bangun warung seperti ini di 26 kecamatan. Dan kita akan bikin konsep kabuyutan. Bahkan, menunya juga kita akan tonjolkan menu dari jenis makanan kabuyutan. Misalnya kopi yang kita ambil kopi bihun dari Rancakalong, Nagarawangi dan lain sebagainya,” sebut Iman.

Diiringi oleh alunan musik sunda, sambil ngopi sambil ngadu bako sambil dengerin musik kacapi.

Sementara itu, warung kopi yang nantinya akan diiringi oleh lantunan kesenian sunda tersebut. Selain dijadikan tempat ngopi dan ngadu bako, juga akan dijadikan tempat diskusi tentang kabuyutan sunda bahkan hingga tentang Kabupaten Sumedang. Dan dalam pengelolaannya, usaha yang menggunakan sistem sunda tersebut semua akan merasa diuntungkan. Baik bagi penjual, bahkan hingga pembeli atau masyarakat.

“Sistem pembagian hasil juga kita pake sistem sunda. Ini tujuannya ingin mengangkat perekonomian masyarakat sunda. Pembeli nanti ada keuntungan, dan penjual juga punya keuntungan, ini namanya yang disebut warung rakyat gotong royong. Jadi artinya, sepertiga itu ada hak masyarakat atau pembeli, dan itu yang akan kita bagikan. Ini pola sunda yang sudah lama hilang,” tuturnya. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

  1. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Sampurasuuuun.

    Alhamdulillah ngiring bingah pisan ku ayana Warung Kopi KABUYUTAN.

    Abdi bade ngiringan di Bandung, nyuhunkeun bingbingana.
    Telpon, WA abdi 081387209961.

    Wassalamualaykum warrahmatullahi wabarakatuh.

News Feed