oleh

Warga Huntara Dihebohkan dengan Pendatang Baru

UJUNGJAYA – Warga korban bencana alam di Blok Pamoyanan, Desa Sakurjaya, Kecamatan Ujungjaya, mulai dikagetkan oleh pendatang baru. Pasalnya, pendatang baru itu diduga dikondisikan oleh pemegang kebijakan di Sumedang.

“Orang tersebut bukan merupakan korban bencana alam. Tetapi, diduga dikondisikan oleh salah satu instansi pemegang kebijakan di Sumedang,” ujar Koordinator Huntara, Dede Rahmat kepada Sumedang Ekspres, Selasa (15/11).

Dikatakan Dede, orang itu merupakan warga RW 02 Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan. Sebutnya, ia sudah berada di Huntara sekitar tiga hari lalu. Kini, kata Dede, orang yang diajukan sedang mengurus paspor untuk berangkat ke Singapura.

“Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh rumah yang akan ditempati dilimpahkan ke putranya atau cucunya,” tegasnya.

Disebutkan Dede, pihaknya tidak mempermasalahkan kedatangan keluarga itu. Tetapi, apabila hal itu terus dilakukan, tidak menutup kemungkinan pendatang baru akan menjadi banyak hingga tidak terdata. Data warga yang ada di Huntara akan menjadi kacau dan semrawut.

Selain itu, sambungnya, akan menimbulkan kecemburuan sosial diantara para korban bencana alam.

“Sementara, warga yang menjadi korban bencana alam masih banyak yang akan direlokasi. Mereka masih menunggu daftar tunggu serta lebih membutuhkan dari orang-orang seperti itu,” jelasnya.

Awalnya, kata Dede, dari jumlah 105 KK yang terdaftar untuk pindah ke Blok Pamoyanan, diantaranya ada sembilan KK yang terlewat data tetapi rumahnya memprihatinkan. Dari 9 KK tersebut, bahkan ada satu KK yang menolak dan mengundurkan diri dari daftar warga yang akan dipindah dengan alasan tidak betah.

“Diduga, daftar orang yang mengundurkan diri diisi pendatang baru oleh pemegang kebijakan di Sumedang,” tegasnya.

Untuk meredam gejolak warga Huntara, Dede mencoba melakukan konfirmasi terkait pendatang baru itu ke Kepala Desa Ciherang serta ke Camat Sumedang Selatan. Sebutnya, Kepala Desa Ciherang serta Camat Sumedang Selatan mengaku mengetahui adanya kabar tersebut.

Namun setelah diklarifikasi ke pihak Posko, Posko menyatakan ada surat rekomendasi dari Desa Ciherang. Sementara, dari pihak Kecamatan tidak merekomendasikan pendatang baru itu untuk menjadi warga Huntara.
“Begitu pula dengan warga yang mengundurkan diri, ia tidak mengetahui daftarnya diisi oleh orang lain,” tukasnya. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed