oleh

Banjir Sisakan Sampah

JATINANGOR – Pasca banjir besar yang melanda sebagian wilayah Cimanggung dan Jatinangor, juga melumpuhkan jalan protokol Jalan Bandung-Garut. Tak hanya itu sebagian warga pun dipusingkan dengan bertumpuknya sampah sisa terbawa banjir yang masuk perkampungan.

Salah satunya adalah di Kampung Sayang, Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor. Tumpukan sampah yang menggunung beberapa waktu lalu itu sempat menyulitkan warga untuk membuangnya. Pasalnya sampah tersebut lebih banyak dari hari biasanya sebelum ada banjir.

Hingga saat ini warga masih melakukan bersih-bersih rumah akibat banjir yang merendam perkampungan tersebut pada Minggu (13/11) hingga Senin (14/11).  Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Jatinangor Ekspres, banjir yang merendam perkampungan tersebut mencapai ketinggian 70 sentimeter. Banjir berasal dari luapan Sungai Cikeruh.

Akibat banjir tersebut selain di jalan, didalam perkampunganpun lumpur sisa banjir tersebut juga ikut mengendap di rumah warga. Tinggi lumpur bahkan mencapai hingga 15 sentimeter.

“Dua hari kami terendam banjir dari Minggu sampai Senin. Makanya lumpurnya banyak dan mengendap. Apalagi di jalan perkampungan, lumpur tinggi bikin jalan jadi licin,” kata Mulyadi warga Kampung/Desa Sayang kepada Jateks, kemarin.

Dikatakanya, lumpur yang masih basah dan mengendap di beberapa lokasi membuat aktivitas warga menjadi terhambat. Apalagi, sejumlah warga harus terus menerus membersihkan lingkungannya setiap hujan turun dan membuat banjir.

Menurutnya, warga menginginkan janji pemerintah untuk melakukan normalisasi Sungai Cikeruh. Pasalnya, wacana yang sudah bergulir bertahun-tahun tersebut tak kunjung dilakukan.

“Kapan rencana normalisasi itu dilaksanakan. Kan saat itu pemerintah sendiri sudah janji, tapi sampai saat ini belum juga dilaksanakan sehingga luapan air sungai Cikeruh terus saja menghantui warga jika hujan tiba,” tuturnya.

Menurutnya, banjir yang merendam permukimannya yang terparah baru saat ini saja akibatnya banyak kerugian materi. Bahkan, keluarganya juga sering mengalami sakit-sakitan. (kos) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed