oleh

Conggeang Gelar Monitoring KBA

UJUNGJAYA – Pemerintah Kecamatan Conggeang, melakukan kegiatan Monitoring Korban Bencana Alam (KBA) di Blok Pamoyanan, Desa Sakurjaya, Kecamatan Ujungjaya, Minggu (20/11). Pada kegiatan itu, dilakukan juga sumbangan bagi para korban, berupa pakaian layak pakai, sembako, serta sejumlah uang. Bantuan digalang dari Pemerintah Kecamatan Conggeang, instansi-intansi (UPTD/UPTB), para kepala desa serta warga.

Rombongan Kecamatan Conggeang menuju Huntara sekitar pukul 08.00. Mereka terdiri dari Forkopimka Conggeang, staf pemerintahan, para kepala desa, dan perwakilan UPTD dan UPTB di Kecamatan Conggeang.

Camat Conggeang, Beni Satriaji S. Sos mengatakan kegiatan merupakan bentuk kepedulian warga Kecamatan Conggeang, pada saudara-saudara korban bencana alam. Rombongan direncanakan akan datang lebih awal, tetapi karena adanya jadwal monitoring, maka dilakukan sekalian dengan jadwal monitoring tersebut.

“Alhamdulillah warga Kecamatan Conggeang bisa berpartisipasi membantu sebagian kebutuhan warga korban, walaupun alakadarnya. Tetapi mudah-mudahan, dapat berguna bagi para korban bencana alam di sini,” ujar Beni kepada Sumeks di Posko Bencana Alam.

Disebutkan Beni, pihaknya berharap warga korban bencana alam akan mendapatkan perhatian dan bantuan. Mereka juga diharapkan diberikan ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan menghadapi cobaan.

Menurutnya, kejadian Ini semua pasti ada hikmahnya. Terutama bagi warga yang tidak terkena bencana alam, diberikan kesempatan oleh Yang Maha Kuasa untuk berbuat kesolehan.

“Memberikan sebagian hartanya serta perhatian untuk saling membantu dan merasakan betapa pedihnya kejadian bencana alam tersebut,” tandasnya.

Selanjutnya, pihaknya sebagai bagian dari aparatur pemerintahan daerah, bisa memikirkan solusi terbaik.

Termasuk untuk memfasilitasi kepentingan serta kebutuhan warga setelah berakhirnya masa hunian sementara.

“Itu semua pasti bisa, asal semua pihak konsen dan serius memikirkan hal tersebut. Insya Allah,” harapnya.

Terpisah, koordinator lapangan sekaligus Kasi Trantib Kecamatan Ujungjaya, Asep Nursyarif Hidayat, mengapresiasi bantuan-bantuan yang diberikan Camat Conggeang beserta rombongan. Bantuan itu akan diberikan langsung kepada warga huntara.

“Kami akan membagikan langsung bantuan kepada para warga. Bantuan tidak akan disimpan terlebih dahulu,” jelasnya.

Asep berharap, bantuan yang diberikan dapat berguna dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga huntara. Atas nama warga, kata dia, pihaknya berterima kasih karena adanya bantuan itu.

“Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi warga. Kami menerima bantuan ini untuk kepentingan warga,” tutupnya.

Sementara itu, para korban di Huntara Blok Pamoyanan, mempertanyakan masa depan mereka. Hingga saat ini, informasi yang beredar di warga Huntara masih simpang siur tidak kejelasan yang pasti.

Seperti diketahui, warga korban bencana alam akan menempati Huntara di Blok Pamoyanan, kurang lebih selama tiga bulan. Mereka akan menempati Huntara sampai akhir bulan Desember 2016.

Koordinator warga Huntara, Dede Rahmat mengatakan, pihaknya telah hampir menempati Huntara sekitar dua bulan. Selama ini, banyak informasi yang tidak jelas akan nasib para korban bencana alam. Sehingga, banyak warga mempertanyakan nasib mereka ke depannya.

“Apakah rumah di Huntara tersebut akan dijadikan huntap ataukah para korban bencana alam itu akan dikembalikan ke tempat asal mereka. Warga belum memiliki kepastian hingga saat ini,” ujarnya.

Disebutkan Dede, pada umumnya warga yang tinggal di huntara merasa sudah betah walaupun sudah dicarikan solusi oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang. Warga mengharapkan Huntara menjadi hunian tetap setelah tiga bulan berlalu.

Selain itu, diharapkan ada pengklasifikasian antara korban tertimbun habis, rusak berat, rusak ringan, serta dampak yang terancam. Pengklasifikasian itu harus dilakukan secara spesifik. Sementara ini, penanganan yang dilakukan selama ini sudah samarata.

“Kami selaku korban tertimbun tidak ingin diperlakukan secara lebih. Kami menuntut adanya keadilan dari pemegang kebijakan. Pengklasifikasifian itu sangat penting. Karena kasus dan persoalan yang dihadapi akan berbeda-beda di masa depan,” terangnya.
Dede menegaskan sekalipun para korban tertimbun yang 11 KK tidak ditempatkan di huntara, dirinya berharap setidaknya tempat tinggal yang baru nantinya lebih baik dari huntara.

Terpisah, anggota DPRD Sumedang sekaligus korban longsor di Ciherang, Uu Rukmana, meminta pihak Pemkab Sumedang dapat segera menindaklanjuti para korban bencana alam di Ciherang, dengan memberikan kepastian kepada mereka. Terutama, bagi warga yang sudah tidak memiliki rumah atau korban yang tertinggal.

“Solusi yang cepat dan tepat harus segera dilakukan. Sebagai langkah awal para korban yang tertimbun harus kembali dimotivasi untuk menyemangati mereka kedepannya. Pasalnya, waktu yang diperlukan sangat mendesak,” tandasnya.
Rukmana menyebutkan, sebenarnya di Rancamaya, Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan, telah ada tanah seluas 10 hektar yang dapat dijadikan tempat relokasi. Kemungkinan, katanya, itu cukup untuk 800 KK korban bencana alam Desa Ciherang.

“Tetapi hal itu masih membutuhkan waktu. Kami telah menciba berkoordinasi dengan Kepala Desa Ciherang serta Camat Sumedang Selatan untuk mewujudkan relokasi tersebut,” pungkasnya. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed