oleh

704 Makam Belum Diganti Rugi

KOTA – Alat berat backhoe sudah sebulan lebih bekerja lagi meratakan tanah untuk Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Desa Mekarjaya, Kecamatan Sumedang Utara. Namun salah satu backhoe itu, ternyata tidak mau bergerak ketika akan menyeruduk lokasi keramat Eyang Tayim di daerah Nangerang, sehingga operator backhoe menghentikan kegiatannya.

“Di lokasi itu memang makam keramat Eyang Tayim,” kata Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat Desa Mekarjaya, Abdul Raup, Senin (21/11).
Namun menurut Abdul Raup, sebenarnya makam Leluhur Nangerang itu sudah dipindahkan ke kawasan lapang. Hanya saja, kata Abdul, di lokasi itu masih ada satu lagi pusara yang disebut Makam Ayang Sapujagat. Akan tetapi, ciri-ciri fisiknya makam itu sudah tidak ada sehingga sulit direlokasi.

“Orang tua menyebutkan, selain ada makam Eyang Tayim ada lagi makam Eyang Sapujagat. Tetapi pusaranya sudah tidak ada, sehingga sulit untuk dipindahkan,” kata Abdul Raup yang asli warga Dusun Nangerang.

Dirinya sendiri, menyaksikan ketika alat berat itu tak mau bekerja di lokasi makam keramt tersebut. “Saya lihat sendiri, mesin alat berat itu hidup dan awalnya bisa digerakan. Tetapi ketika mau menggaruk-garuk tanah, gerakannya terhenti dan dicoba beberapa kali tetap tak mau bekerja, sehingga operator backhoe tak meneruskan pekerjaanya di situ,” tutunya.

Menurut Raup, alat berat backhoe itu, sempat pula menyeruduk beberapa makam milik keluarga Raup dan lainnya, yang berada pada tanah milik, karena operator backhoe tidak mengetahui bahwa di titik itu ada makam. Padahal, kata Raup, makam itu belum diganti rugi Proyek Jalan Tol Cisumdawu, dan karena cemas, keluarga Raup terpaksa memindahkan delapan makam keluarganya.

“Nya kapaksa atuh dipindahkeun bae sanajan can dibayar oge. (Ya terpaksa dipindahkan saja walau belum dibayar juga),” katanya.

Jalan Tol Cisumdawu yang membelah Desa Makarjaya, selain melintasi pemukiman, sawah, dan kebun, juga pemakaman umum dan makam keluarga.

Tanah milik dan bangunan, memang sudah dibayar, tetapi makam belum diganti rugi.

Sebelumnya, Kepala Desa Mekarjaya, Dudung Suryana, menuturkan, ada 704 unit makam yang berada di pemakaman umum dan keluarga, belum diganti rugi Proyek Jalan Tol Cisumdawu.

“Sudah dua tahun makam belum juga dibayar, padahal sudah beberapa kali diusulkan,” kata Dudung Suryana.

Selain itu, tanah pemakaman umum di Mekarjaya belum diganti rugi, sehingga Mekarjaya belum bisa membeli lagi tanah untuk pengganti lokasi makam. Hal ini, membuat sengsara masyarakat bila keluarganya ada yang meninggal dunia.

“Bila ada keluarga yang meninggal dunia, harus dikubur di mana? karena makam umum bakal habis dilalui jalan tol,” tukasnya. (her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed