oleh

Kahatek Siapkan Mesin Penyedot Air

CIMANGGUNG – Sejumlah perusahaan yang ada di sekitar Jalan Raya Bandung-Garut mengaku rugi milyaran rupiah akibat banjir yang terjadi beberapa waktu lalu. Salah satunya PT Kahatek. Selain rugi secara materi dirugikan juga akibat adanya pemberitaan yang selalu menyangkut pautkan nama Kahatek jika terjadi banjir.

“Banjir yang selalu menggenangi jalan raya tidak ada kaitanya dengan perusahaan kami. Penyebab banjir karena fungsi drainase tidak berjalan normal. Kenapa setiap ada banjir selalu disangkut pautkan dengan kahatek,” kata Kepala Bagian Umum PT Kahatek, Luddy Sutedja kepada Jateks di kantornya, kemarin.

Pihaknya menjelaskan jika terjadi luapan air akibat banjir, itu lebih disebabkan karena sistem drainase yang buruk sehingga terjadi luapan ketengah jalan. Selain itu Sungai Cikijing tidak bisa menahan debit air jika terjadi hujan besar.

Untuk menanggulangi melubernya air dari sungai Cikijing, pihak PT Kahatek sudah menyiapkan bak penampungan air (tandon). “Bak yang kita siapkan untuk antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi luapan sungai Cikijing. Selain itu pintu air dari pabrik yang masuk ke sungai Cikijing segera ditutup,” jelasnya.

Selain itu disiapkan juga 8 mesin penyedot air jika terjadi banjir dengan kapasitas 34.085 kubik air. “Makanya setiap ada banjir air cepat surut karena perusahaan menyiapkan mesin penyedot,” tuturnya.

Menurutnya, banjir besar yang terjadi dan merendam sebagian halaman parkir PT Kahatek baru pertama kalinya terjadi sepanjang perusahaan tersebut berdiri. Selain itu BBWS sudah menyiapkan mesin penyedot air dengan kapasitas besar jika air merendam badan jalan.

“Mesin penyedot milik BBWS setiap harinya disiapkan jika musim penghujan tiba. Sedangkan banjir besar yang terjadi beberapa waktu lalu itu baru pertama kalinya terjadi. Bahkan banjir sampai merendam sebagian lahan parkir kendaraan karyawan,” terangnya. (kos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed