oleh

Gali Terus Potensi ABK

CISITU – Sekolah Luar Biasa (SLB) Bina Bhakti Mandiri, terus menggali dan kembangkan bakat anak didiknya dalam keterbatasan sarana ruang belajar.

Kepala SLB yang beralamat di Desa Situmekar, Kecamatan Cisitu, DR. Isaris Arwianti,.S.pd, M.M.pd, mengintruksikan terhadap tenaga kerja pendidiknya untuk selalu konsisten dalam menjalankan tugas sebagai pengajar Anak Berkebutuhan Khsusu (ABK). Dengan cara membekali ilmu dan keterampilan dalam segala keterbatasan para siswa.

Dia menilai, adanya ABK bukan hanya untuk didata dan dijaring untuk keperluan data poko pendidikan (Dapodik) untuk mendapatkan bantuan pemerintah. Namun dalam hal ini, harus ada juga tindakan yang diberikan pihak pengajar untuk bekal hidup dimasa depannya nanti yaitu sebuah keahlian.

“Pada intinya, kita jangan sampai hanya menjaring ABK itu untuk kebutuhan data di Dapodik saja, tapi kita menjaring ABK ini untuk digali bakatnya dan diarahkan sesuai dengan kemampuannya,” ucapnya.

Dikatakan Isaris, seminim-minimnya kemapuan ABK, bila ada tekad yang kuat dari pihak pendidiknya untuk menggali kemampuan apa yang dikuasainya, maka sedikit demi sedikit akan muncul.

“Memang tidak mudah untuk para pengajar siswa ABK, butuh keuletan untuk mendidiknya. Tapi sesulit apapun itu, pihak sekolah harus tetap konsisten untuk memberikan keahlian terhadap anak didiknya saat sudah selesai menimba ilmunya di sekolah ini,” kata dia.

Kepala sekolah yang masih tergolong muda itu menegaskan, pihaknya tidak pernah dibuat sulit meski berada dalam serba keterbatasan sarana prasarana untuk kegiatan belajar mengajar. Pihaknya memanfaatkan halaman yang ukurannya tidak terlalu luas untuk dijadikan sarana belajar menari dan kesenian lainnya, meski kadang terganggu turunnya hujan.

“Kalau untuk menari kita masih bisa manfaatkan halaman sekolah,” tukasnya. (eri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed