oleh

Program Muspika Situraja Wujudkan Wilayah yang Kondusif

Gelar apel kebhinekatunggalikaan
Demi mewujudkan wilayah yang kondusif dan aman Muspika Kecamatan Situraja mengajak masyarakatnya untuk berpegang teguh kepada Bhineka Tunggal Ika. Seperti apa langkah yang dilakukan itu. Berikut liputannya.

HERI PURNAMA, Situraja.

PAGI itu, Wilayah Darmaraja diguyur hujan. Rincik hujan yang dibarengi hembusan angin terasa sampai tulang. Namun, meski hujan masih rintik-rintik, perjalanan dilanjut ke arah barat dari wilayah Darmaraja.

Sayangnya, sampai Kecamatan Cisitu, hujan semakin deras dan laju motor pun dihentikan sejenak untuk berteduh di warung kopi. Sekitar 15 menit, hujan pun reda dan motor kembali dinyalakan dan melaju masih ke arah barat. Sesampainya di Kecamatan Situraja, nampak muspika, kepala desa dan intansi yang ada di Kecamatan Situraja, berbaris rapih di Alun-alun Situraja.

Saat itu kedatangan Sumeks pun disambut hangat Muspika Situraja.

Nampaknya, pihak muspika tengan mengajak masyarakat untuk menjungjung tinggi Kebhinekaan.

Muspika bersama dengan semua kepala desa dan seluruh intansi yang ada di Kecamatan Situraja, menggelar Apel Kebhineka Tunggal Ikaan di Alun-alun Situraja. Itu dilakukan, tidak lain untuk mempererat kebersamaan masyarakat yang satu dengan yang lainnya.

Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Situraja, Komisaris Dani Sunardi sebagai pembina di kegiatan upacara apel Kebhineka Tunggal Ikaan menyebutkan, bahwa dalam kegiatan ini pihak muspika bermaksud untuk melakukan rangsangan sekaligus mengingatkan masyarakat sebagai warga Indonesia, harus berpegang teguh kepada empat pilar kewarganagaraan.

Yang salah satunya, Bhinaka Tunggal Ika atau didepinisikan Walau Berbeda Tetap Satu Jua.

“Ini salah satu upaya kita untuk mewujudkan situasi di wilayah Situraja yang kondusif,” katanya usai kegiatan upacara, Kamis (24/11).

Dalam hal ini, kapolsek berpangkat melati satu itu mengimbau kepada masyarakat, agar tidak mudah terpropokasi oleh pihak manapun untuk melakukan tindakan-tindakan yang bersifat kriminalitas. Dia menggambarkan, saat ada orang yang mengajak untuk demo atau sejenisnya, diharapkan masyarakat harus pintar-pintar dalam mengkaji, apa yang akan terjadi dan bagaimana dampak untuk dirinya sendiri dan orang lain.

“Dengan berpegang teguh kepada pilar Bhineka Tunggal Ika, saya harap kondisi jadi akan semakin kondusif,” harapnya.

Hal yang sama dikatakan Camat Situraja, Sutisna, yang didampingi Danramil Situraja, Kapten Inf. Lesly. D. Pada dasarnya, masyarakat harus sering diingatkan dengan empat pilar tersebut. Tanpa ada rangsangan, dikhawatirkan masyarakat tidak akan paham apa arti dari Bhineka Tunggal Ika dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sosial. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed