oleh

Tanah Bergeser, Rumah Warga Retak

TANJUNGMEDAR – Akibat pergeseran tanah, dua rumah di Kampung Bungbulang, Dusun Sindangpalay, RT 01 RW 03, Desa Sukamukti, Kecamatan Tanjungmedar mengalami retak-retak, Senin (5/12) kemarin. Kedua rumah itu mengalami retak pada bagian lantai dan dinding.

Rumah-rumah yang retak tersebut milik Agus Suherman (25) dan Sunarya (76).
Kepala Desa Sukamukti, Asep Ruswandi membenarkan adanya dua rumah yang mengalami keretakan di wilayah Dusun Bungbulang. Sebutnya, bencana itu merupakan kelanjutan dari bencana di tahun 2014 lalu.

“Ya. Kedua rumah itu termasuk kedalam korban 28 KK yang hendak direlokasi akibat bencana longsor pada tahun 2014 lalu,” ujar Asep kepada Sumedang Ekspres di kantornya, kemarin.

Disebutkan Asep, pergeseran tanah yang terjadi saat ini berada di atas lokasi pegeseran tanah dua tahun lalu. Terangnya, terdapat di daerah yang sama yaitu Kampung Bungbulang.
“Kejadian ini merupakan pergeseran tanah yang baru. Berada tepat diatas lokasi yang lama,” jelasnya.

Dikatakan Asep, pergeseran tanah dan longsor memang sering terjadi di Bungbulang saat musim hujan. Pihaknya sudah menghimbau semua warga agar selalu waspada dan berhati-hati.

Sebutnya, saat ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, korban beserta keluarganya akan dipindah ke tempat relokasi ke kampung Sindangmekar.

“Karena, kalau korban dibiarkan terus disini, dikhawatirkan saat turun hujan pergeseran tanah yang berakibat longsor bakal kembali terjadi lagi,” tandasnya.

Asep juga mengatakan pihaknya akan melaporkan musibah ancaman ke Pemkab dan BPBD. Agar, kata dia, apa yang dibutuhkan bagi warga terkena bencana segera direalisasikan, terutama terkait tempat relokasi yang sudah lama direncanakan.

“Bencana ini sudah termasuk darurat. Pemerintah dan pihak terkait harus segera merealisasikan tempat relokasi itu,” jelasnya.

Terpisah, seorang korban, Sunarya mengatakan kejadian retak rumahnya berlangsung sangat cepat pada saat hujan turun. Terangnya, secara tiba-tiba rumah terasa bergerak, lalu dinding tembok pun retak dari mulai lantai hingga ke atap.

“Beruntung, kejadian pergesaran tanah itu tidak berlangsung lama serta dan tidak berakibat lebih fatal. Namun, keluarga kami masih khawatir kejadian akan berulang lagi saat hujan datang,” cemasnya.

Sunarya juga mencemaskan keberadaan rumahnya yang terdapat di lokasi yang curam. Selain itu, kata dia, kondisi rumahnya juga sangat membahayakan, pondasi dan dinding tembok sudah rusak dan retak.

“Apalagi lokasi yang di tempati keluarga kami merupakan lokasi rawan longsor. Sebelumnya, bencana longsor juga pernah terjadi menimpa rumah warga lain pada tahun 2014 lalu,” tutupnya. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed