oleh

4 Pengedar Sabu Dibekuk Polisi

KOTA – Sat Narkoba Polres Sumedang, membekuk jaringan pengedar Sabu-sabu di wilayah Hukum Polres Sumedang. Dari penangkapan tersebut, ada empat tersangka yang berhasil diamankan, berikut beberapa barang buktinya. Ke empat tersangka tersebut, diantaranya AW (51), YG (37), AMR (49), dan BS (39).

Penangkapan itu, berawal dari adanya informasi peredaran narkoba jenis Sabu dari masyarakat. Kemudian info itu ditindaklanjuti Sat Narkoba, melalui pengintaian lebih awal.

“Setelah ada laporan, kita langsung melakukan pengintaian oleh tim kami. Setelah proses pengintaian kurang lebih satu minggu, akhirnya kita bisa temukan tersangka,” kata Kapolres Sumedang, AKBP Agus Iman Rifai, melalui Kasat Narkoba AKP Idan Wahyudin, ketika dikonfirmasi Sumeks, Selasa (10/1).

Awal mula penangkapan tersebut, Sat Narkoba berhasil menangkap tersangka pertama yakni AW, di Kampung Bojong Inong, Desa Jatimulya, Kecamatan Sumedang Utara (pinggir jalan depan Alfamart) pada Senin (9/1) sekitar pukul 16.30.

“Jadi, mereka ini merupakan rangkaian. AW sebagai pengedar dan pemakai, yang kemudian mendistribusikan sabu tersebut ke tiga tersangka lainnya,” ujar AKP Idan.

Setelah berhasil menangkap tersangka AW, Sat Narkoba terus melakukan pengejaran kepada ketiga tersangka lainnya hingga dini hari.

“kita terus melakukan pengejaran kepada tersangka lainnya. Dan hingga dini hari, hasil pengembangannya kami berhasil menangkap tiga tersangka lainnya di lokasi berbeda. Yaitu, AMR di Budiasih, Kecamatan Sumedang Selatan, YG di Desa Darmajaya, Kecamatan Darmaraja, dan terakhir BS di Desa Sindang Pakuwon, Kecamatan Cimanggung,” tuturnya.

Berdasarkan keterangan tersangka, barang haram tersebut didapatnya dari Jakarta. Lalu melalui AW, dijual dengan berbagai jenis paket dan harga yang berbeda.

“Barangnya dari Jakarta untuk dipasarkan di Sumedang. Tersangka ini menjual dengan harga berkisar Rp 600 ribu hingga Rp 1,4 juta, tergantung paket yang dibelinya,” sebutnya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, diantaranya satu paket diduga sabu yang dibungkus plastik klip warna bening, dan dibungkus kembali oleh tisu serta plastik warna hitam, satu plastik yang diduga sabu sisa hasil pakai, dua buah pipet, satu buah alat hisap sabu yang terbuat dari botol plastik, dan satu buah korek merk tokai warna hijau.

Sementara itu, hingga saat ini yang kerap menjadi sasaran empuk para pengedar narkoba, terbilang rata-rata adalah seorang wiraswasta. Namun tidak menutup kemungkinan, akan tersebar hingga ke berbagai kalangan lainnya.

“Para pemakai sekarang mayoritas wiraswasta. Namun kita akan terus melakukan pengembangan lagi, karena tidak menutup kemungkinan akan mendapatkan tersangka lainnya,” tuturnya menambahkan.

Akibat penyalahgunaan narkotika tersebut, para tersangka terancam hukuman diatas lima tahun penjara. Dengan rincian, untuk pengguna dan pengedar akan dikenakan pasal 114 dan 127. (bay)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed