oleh

Rokandar Tewas Terlindas Bus

PASEH – Turunan dan tikungan Jalan Nasional Cirebon-Bandung, di Dusun Nyalindung, Desa Padanaan, Kecamatan Paseh, kemali memakan korban jiwa. Seorang guru sebuah sekolah dasar di Kecamatan Tomo, Rokandar S.Pd (57), warga RT 03 RW 01, Dusun/Desa Licin, Kecamatan Cimalaka, tewas akibat terlindas bus, Senin (16/1).

“Peristiwa terjadi sekitar pukul 08.45, pagi saat korban hendak bekerja (mengajar. red),” ujar Kasubaghumas Polres Sumedang, AKP Dadang Rostia, kemarin.

Dikatakan, kejadian itu berawal saat Bus Damri bernomor polisi D 7551 AL, datang dari arah Bandung menuju Cirebon. Saat itu, bus menyenggol sebuah motor Thunder bernomor polisi Z 3418 AN yang datang dari arah yang sama. Kemudian, bus yang dikemudikan Imam Basyori (34) warga Desa Sri Tejo Kencen, RT 01 RW 01, Kota Gajah Lampung Tengah, menabrak pengemudi motor itu.

“Pengendara motor tewas di tempat, dan oleh petugas dilarikan ke RSUD Sumedang,” katanya.

Disebutkan Dadang, perkara itu ditangani Unit Laka Lantas Polres Sumedang. “Petugas yang datang ke TKP, Aiptu Udin R dan Bripka Jajat. Sementara anggota Unit Lakalantas Polres Sumedang yang datang, Bripka Bronto,” sebutnya.

Terpisah, Kapolsek Paseh, AKP Atang Sutisna mengatakan, korban meninggal di TKP akibat luka di beberapa bagian tubuhnya. Korban kecelakaan itu, menderita luka pada bagian kepala, luka sobek di bagian perut, dan pahanya remuk.

“Kepala mengalami pecah di bagian belakang, luka sobek di perut menyebabkan keluar bagian dalamnya, dan remuk pada bagian paha kiri kanan. Sementara pada bagian betis korban, tidak mengalami apa-apa,” kata kapolsek.

Dijelaskan Atang, korban meninggal terjatuh diduga akibat tersenggol bus. Setelah terjatuh, diperkirakan Rokandar terlindas bus DAMRI yang datang dari arah bersamaan.
Atang juga menjelaskan, sementara itu sepeda motor korban tidak mengalami kerusakan terlalu parah, hanya mengalami kerusakan pada bagian depan saja.

“Motor korban dibawa oleh Unit Laka Lantas Polres Sumedang,” tukasnya.
Ditemui terpisah, keluarga korban, Dadang Darwin, kaget ketika mendengar korban, Rokandar meninggal dunia akibat tertabrak bus. Padahal saat korban berangkat, dilakukannya seperti biasa, karena menjabat sebagai kepala sekolah sebuah sekolah dasar di Kecamatan Tomo.

“Sebelumnya tidak ada firasat apa-apa terkait korban. Baik dari keluarga ataupun kerabatnya,” jelasnya.
Disebutkan Dadang, sosok Rokandar merupakan guru sekaligus kepala sekolah dan pribadi yang serba bisa.

“Ia seorang guru yang pandai melukis, kaligrafi, hingga berbagai musik. Dari mulai musik tradisional hingga modern,” jelasnya.

Dijelaskan pula, Rokandar meninggalkan seorang istri beserta tiga anak yang masih kecil. Dan dari kejadian ini, keluarga menerima pasrah apa yang terjadi pada Rokandar sebagai nasib.

“Mudah-mudahan dia diterima di sisi-Nya,” tutupnya. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed