oleh

2017, Pertumbuhan Perekonomian Prospektif

BANDUNG – Berpenduduk 47.4 juta jiwa Provinsi Jawa Barat memiliki pangsa ekonomi sebesar 18 persen secara nasional. kondisi ini berarti penduduk Jabar memiliki potensi pasar yang besar.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, kondisi perekonomian di jabar menurutnya baik. Sebab dilihat dari sisi pertumbuhan ekonomi yang mecapai 5,03 persen berada di atas pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Selain itu, untuk pertumbuhan UMKM juga sangat bagus . hal ini dilihat dari Produk Domestic Regional Bruto (PDRB) menjadi penyumbang ketiga setelah DKI dan Jawa Timur.

”Jadi kalau dihitung Industri Manufacturnya Ekspor-Importnya sebetulnya Jabar nomor satu,” jelas Heryawan, kemarin (30/11).

Pernyataan itu bisa dibuktikan bila Jabar telah memiliki Pelabuhan baru yang saat ini prosesnya pembangunannya sedang berjalan di daerah Patimban Kabupaten Subang.

”Jadi nanti kita buktikan bahwa ekspor-impor Jabar itu nomor satu kalau ada Pelabuhan Patimban sudah jadi bahkan bisa dicatat pertembuhannya,” ungkapnya.

Heryawan menuturkan, pertumbuhan Penanaman Modal Asing (PMA) di Jawa Barat untuk sektor industri pengolahan yang menjadi salah satu tujuan investasi utama dengan pangsa pasar nasional untuk PMA mencapai 20,4 persen. Sedangkan Penanam Modal Dalam Negeri ( PMDN) mencapai 14,1 persen.

”Investasi modal, khususnya PMA, kita nomor satu, PMDN kita nomor dua setelah Jawa Timur. Itu kan pertanda bahwa kita relatif bagus,” ungkapnya.

Untuk tingkat kemiskinan di Jawa barat secara konsisten mengalami penurunan, berdasarkan data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2016, menunjukkan angka kemiskinan Jawa Barat mengalami penurunan hingga angka 8,95 persen. Angka ini lebih baik jika dibandingkan dengan angka kemiskinan di akhir tahun 2015 yang mencapai 9,57 persen.

Pada saat pertumbuhan perbankan syariah, menjadi perbankan yang terbukti paling tangguh ketika ada krisis ekonomi, ketika ada tekanan ekonomi.

”Termasuk penciptaan wirausaha baru, yang memberikan berbagai macam pelatihan bagi pelaku usaha kecil menengah agar menyerap angkatan,” ungkapnya lagi.

Disinggung prediksi pertumbuhan ekonomi ke depan, dirinya optimistis bahwa Jabar dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan. Hal ini didukung pembangunan infrastruktur seperti Tol Cisumdawu, Bandara Kertajati BIJB, Bandara Citarate Sukabumi, perluasan Bandara Nusawiru dan pengembangan destinasi wisata Cileutuh. ”Pada 2017 harus optimis. Apalagi 2016 pertumbuhan Jawa Barat lebih tinggi dari rata-rata nasional,” pungkas dia. (yan/rie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed