93 Tahun, Momentum Muhasabah dan Instropeksi

KOTA – Momentum Hari Lahir (Harlah) NU yang ke-93, harus dijadikan sebagai momentum untuk muhasabah dan instropeksi. Hal tesebut disampaikan Bupati Sumedang, H Dony Ahmad Munir saat membuka Acara Konsolidasi Organisasi Jelang Satu Abad NU Tingkat Kabupaten Sumedang, di Aula Kantor PCNU Kabupaten Sumedang, Sabtu (9/2).

Kata bupati, NU merupakan salahsatu organisasi yang awet. Karena mampu bertahan sampai hari ini, bahkan usia NU lebih tua dibandingkan NKRI. “Tentunya, saya berharap dengan bertambahnya usia, NU semakin menunjukkan kematangannya serta memiliki peran dan eksisitensinya, melalui berbagai aktivitas dalam rangka turut mendorong salah satu Program Sumedang Simpati yaitu Sumedang Agamis,” ujarnya.

Di tempat sama, Ketua Pengurus Cabang Nadhatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumedang, KH. Sa’dulloh  mengatakan, kaderisasi PCNU Kabupaten Sumedang mendapatkan rangking kedua se-Jawa Barat.

“Itu tentunya menjadi pemicu bagi kita untuk semakin meningkatkan kiprah kita dalam rangka melayani umat, khususnya di Kabupaten Sumedang. Tidak lupa saya sampaikan di Tahun 2019 PCNU Kabupaten Sumedang akan melaksanakan PCNU Award untuk mengapresiasi kinerja Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tingkat Kecamatan,” pungkasnya.

Acara yang mengangkat tema “Identifikasi Ancaman Terhadap Islam Moderat dan Stabilitas Keamanan Nasional” tersebut, dihadiri unsur Forkopimda, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Pengadilan Agama, para alim ulama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. (nur/rls)

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.