oleh

Tanpa Ayah dan Ibu, Empat Anak Bertahan di Kontrakan

Merebaknya informasi terkait empat anak telantar di media sosial (medsos), menjadi sorotan dalam beberapa hari ini. Berbagai pihak yang simpati, datang mengunjungi keempat anak itu untuk melihat kebenarannya. Berikut liputannya.

BEREDARNYA informasi di media sosial, terkait empat orang anak telantar yang diduga ditinggal ibunya di Dusun Babakan Kananga, Desa Wargaluyu, Kecamatan Tanjungmedar, menjadi sorotan berbagai pihak.
Keempat anak itu, diantaranya bernama Ahmad Tri Evan Febrian (12), Muhammad Bayu Aji (7), Audi Aprilia Salsabila (3) serta Adiba Syaqilla Atmarini (5 bulan). Sementara ibunya bernama Yuyun.

Informasi di medsos, keempat anak itu merupakan anak yatim yang ditinggal meninggal ayahnya beberapa bulan lalu. Sementara ibunya, pergi meninggalkan mereka tanpa alasan yang jelas.

Informasi selanjutnya, anak-anak itu hidup berempat dalam sebuah rumah. Anak terbesar, mengurusi adik-adiknya yang baru berumur tujuh dan tiga tahun, serta si bungsu yang baru berusia lima bulan.

Beredarnya informasi di medsos ini, membuat Kepala Desa Wargaluyu, Kecamatan Tanjungmedar, Cecep Rahmat bereaksi. Dirinya membantah informasi yang telah beredar di medsos.

Selama ini, keempat orang anak tersebut tidak telantar akibat kekurangan makanan ataupun lainnya seperti yang ada di medsos. Menurutnya, keempat anak itu dipelihara dengan semestinya oleh tetangga, pengurus RT/RW, bahkan Pemerintah Desa Wargaluyu.

Disebutkan, keempat anak itu tumbuh sehat tidak kekurangan apapun. Terutama si bungsu, mulai dari umur dua minggu hingga sekarang berumur lima bulan, kondisinya nampak sehat.

“Coba dilihat saja kondisi anaknya. Semuanya sehat dan tidak kekurangan makanan perkembangannya pun normal. Mereka tampak bersih dan hidup sebagaimana anak lainnya,” ujar Cecep ketika ditemui Sumeks, Minggu (12/3).

Diakui Cecep, keempat anak itu hanya kekurangan kasih sayang dari seorang ibu. Sementara, ayahnya telah meninggal karena penyakit stroke yang dideritanya pada bulan Januari lalu.

Sebenarnya, sebut kades, orang tua dari keempat anak itu bukan warga asli Desa Wargaluyu. Mereka merupakan pendatang dari Jakarta (Kampung Rambutan). Namun keluarga itu sudah berada di Desa Wargaluyu sekitar satu tahun lalu, dan mengontrak sebuah rumah di Dusun Babakan Kananga, Desa Wargaluyu.

Sementara seluruh saudara mereka, berada di Jakarta dan tidak ada yang tinggal di Wargaluyu.

“Sebenarnya ibu itu sudah dua kali meninggalkan anak-anaknya untuk mencari nafkah bagi keluarga. Biasanya, cuma dua atau tiga hari. Hal itu dilakukan semenjak ayah dari anak-anak itu masih ada. Tapi sekarang sudah pergi selama kurang lebih seminggu. Ibu itu berangkat untuk berdagang ke Blitar Jawa Timur. Dan saat ini, sudah dalam perjalanan pulang,” terangnya.

Disebutkan Cecep, semenjak diunggah ke medsos bantuan banyak datang mengalir. Selama ini, kata dia, untuk pengelolaan bantuannya, dikelola Pemerintah Desa Wargaluyu dengan membentuk tim khusus.

Namun begitu, sebenarnya tetangga dan pengurus RT/RW juga, telah turut membantu keluarga ini. Mulai dari mengasuh dan memandikan si bungsu, mendampingi dan menyertai keluarga tersebut saat ibu mereka pergi untuk mencari nafkah.

“Anak-anak itu sudah sejak lama diasuh oleh kader PKK, tetangga, pengurus RT/RW, warga sekitar,” terangnya.

Sementara terkait pendidikan, anak yang duduk di kelas II dan kelas V SD, bersekolah sebagaimana mestinya. Tapi terkadang, mereka mengasuh kedua adiknya secara bergiliran. Mereka tidak mau menyerahkan adiknya untuk diasuh orang lain.

“Jadi mereka secara bergiliran dan bergantian mengasuh adik-adiknya. Untuk kekurangan atau ketinggalan pelajaran, guru-guru di SD datang dan memberikan pelajaran kepada kedua anak itu. Guru-guru mengagumi kedua anak itu karena kecerdasannya,” tandasnya.

Terpisah, Kasdim 0610 Sumedang, Mayor Inf Agus Budi Cahyanto, datang untuk mengecek kebernaran informasi yang beredar di medsos, terkait adanya penelantaran anak tersebut. Ternyata, hal itu merupakan berita bohong (hoak) yang beredar di medsos.

“Terkait anak-anak itu ditinggalkan ibunya itu benar. Tapi terkait anak tersebut ditelantarkan itu yang salah. Terbukti, para tetangga, kader Desa Wargaluyu, serta Kepala Desa Wargaluyu, masih peduli dengan anak-anak itu. Mereka masih mengurus anak-anak tersebut,” tandasnya.

Menurutnya, permasalahan ini merupakan pembelajaran bagi semuanya agar jangan percaya terlebih dahulu terkait suatu pemberitaan apabila belum jelas keakuratannya. “Terutama harus adanya fakta yang akurat dari pihak-pihak berwenang menangani masalah ini,” tandasnya.

Pihaknya pun bersama pemerintahan setempat, akan mencoba membantu permasalahan yang melanda keluarga tersebut. “Permasalahan keluarga itu harus selesai dan tuntas. Dimana ibu itu harus terbantukan secara ekonomi agar ia tidak meninggalkan anak-anaknya seperti yang terjadi sekarang ini,” tukasnya.

Sementara itu, anggota DPR RI, Doni Ahmad Munir ST MM, mengapresiasi kesigapan para tetangga, Pemerintah Desa Wargaluyu bersama unsur lainnya yang ikut membantu keempat anak itu. Mereka masih sangat peduli dan care kepada anak-anak tersebut.

“Saya sangat prihatin dan datang kesini ingin melihat langsung kondisi yang sebenarnya. Saya langsung mendengarkan pengakuan dari ibu itu, bahwa masyarakat bersama pemerintah telah membantu mereka. Ia merasa malu dengan adanya bantuan itu, dan ingin mencari nafkah sendiri sehingga tidak bilang kepada warga meninggalkan keempat anaknya,” terangnya.

Doni mengatakan, permasalahan yang terjadi pada keluarga ini, harus dicari solusi untuk mencari pemecahannya. Kedepannya, permasalahan ini harus dirundingkan bersama pemerintah setempat untuk dicarikan solusi jangka panjang.

“Saya bersama istri ingin menjadi bagian dari solusi tersebut. Saya sendiri akan mengambil salah satu anak itu untuk menjadi anak asuh. Dan akan disekolahkan ke salah satu pesantren. Termasuk kepala desa juga akan mendorong agar ibu itu mempunyai pekerjaan hingga tidak meninggalkan anak-anaknya,” jelasnya.

Doni menyarankan, masalah ini cukup selesai sampai disini saja. Jangan sampai dibiarkan berlarut-larut, dan memanjang. Apalagi, sampai ada penuntutan kepada pihak pengunggah ke medsos.

“Kita ambil hikmahnya saja terkait masalah ini. Sekarang bagaimana solusi kedepannya keluarga ibu ini agar dapat hidup layak secara ekonomi. Selain itu, kondisi yang sebenarnya juga bisa tersampaikan kepada publik,” sebutnya.

Terkait bantuan yang datang, berbagai pihak yang telah datang menjenguk keluarga ini, diantaranya Dinas Sosial Sumedang, Unit PPAT Polres Sumedang, HIPMI Sumedang, Bank BRI, beberapa anggota dewan baik dari DPRD Sumedang seperti Eli Walimah dan DPR RI seperti H Doni Ahmad Munir. Ada pula DPC Partai Golkar, Jafar Sidik dan masyarakat biasa yang simpati pada anak-anak itu. Mereka datang dari Bandung, Sumedang, serta beberapa daerah lainnya. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

News Feed