oleh

Agung Dukung Penyuluh Keagamaan

**Tingkatkan SDM Untuk Bertugas

KOTA – Sebanyak 300 orang penyuluh fungsional honorer di lingkup Kantor Kemenag Kabupaten Sumedang, mengikuti kegiatan Upgrading atau peningkatan kompetensi yang diselenggarakan di Aula Hotel Hanjuang Hegar, Kecamatan Cimalaka, Selasa (14/3).

Kegiatan yang terselenggaran atas kerjasama Kemenag dan Radio Citra Progo ini, dibuka langsung Kepala Kemenag Kabupaten Sumedang, H. Hasen dan dihadiri langsung Direktur Citra Progo, M. Agung Anugrah.

H. Hasen dalam sambutannya, mengungkapkan tujuannya memotivasi penyuluh Agama Islam fungsional honorer melaksanakan tugas dan bimbingan kepenyuluhan pada masyarakat dengan tekun. Selain itu, dapat terjalinnya ukhuwah para penyuluh

“Saya berharap peserta dapat meningkatkan SDM agar mampu melaksanakan tugas dengan baik sesuai petunjuk teknis (juknis),” ujarnya kemarin.

Dalam materinya, H. Hasen mengatakan bahwa para penyuluh agama berfungsi sebagai garda terdepan sampainya pesan keagamaan ke masyarakat. Terkhusus, pada lokasi binaannya atau jemaahnya masing-masing. Karenanya, penyuluh agama harus banyak melihat dengan banyak membaca Alquran atau ayat Qauliyah. Begitu juga membaca fenomena alam serta kondisi sosial masyarakat atau ayat kauniyah, banyak membaca referensi, buku, koran, dan lain-lain untuk menunjang tugas kepenyuluhannya.

Demikian pula, banyak mendengar bacaan Alquran, mendengar tausiyah dan perkataan yang baik lainnya. Hal ini, untuk menambah wawasan dan tafaqquh fiddiin.

“Para penyuluh agama harus banyak berbahasa. Baik bahasa lisan, bahasa tulisan, atau bahasa fi’liyah dan qudwah (contoh). Namun yang paling penting, adalah ungkapan mahfuzat atau lisaanu haal afsahu min lisaanil maqaal (bahasa tubuh atau perbuatan baik),” ujar Hasen.

Selain itu, penyuluh agama berperan penting dalam mewaspadai merebaknya aliran atau paham yang mengatasnamakan agama.

Sementara itu sebagai pemateri, Agung Progo sapaan akrabnya, menilai eksistensi Penyuluh Agama Islam tak terbantahkan lagi. Lahir dari rahim kemerdekaan, penyuluh Agama Islam tumbuh dalam perannya yang terus menguat dari waktu ke waktu.

Bahkan di saat moderitas dengan berbagai pencapainnya membanjiri laman-laman kehidupan umat, keberadaan penyuluh agama Islam semakin ditunggu kiprahnya. Bahkan demi untuk mempermudah esksitensi penyuluhan keagamaan, Agung mempersilahkan setiap penyuluh untuk mengisi siaran keagamaan sebagai bentuk Syiar Islam ke masyarakat.

“Karena itulah, kami bersama Cipro berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas para ujung tombak ini agar lebih profesional. Kamipun membuka pintu bagi para penyuluh untuk memanfaatkan media Cipro sebagai radio untuk menyebarluaskan informasi keagamaan,” ujar Agung.

Agung mengingatkan, bahwa pembangunan nasional bidang agama adalah amant UU. Para penyuluh Agama Islam sebagai ujung tombak di tingkat bawah, harus terus mengasah kemampuan dan memperkaya wawasan sebagai respon atas perkembangan zaman yang tarus menghadirkan kompleksitas problematika keumatan. Para penyuluh haruslah profesional, mampu menggerakkan perubahan di mana ia mengabdi.

“Penyuluh sebagai bagian dari pemerintah, hendaknya menjadi fasilitator yang siap menyelesaikan masalah. Penyuluh hendaknya berdiri di atas dan untuk semua golongan. Sebagai pejabat fungsional penyuluh berkewajiban menghentikan berbagai aksi kekerasan dan intoleransi yang terjadi di masyarakat,” tegasnya.

Diharapkan, dengan kegiatan ini dapat menstimulasi peserta untuk menciptakan berbagai gagasan, serta mampu menggerakkan para penyuluh terus produktif melahirkan berbagai inovasi. (her/adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed