oleh

Sambalado Serius Dukung Setya Widodo

KOTA – Pasca diturunkannya jabatan Kompol Setya Widodo dari posisi Kabag Ops menjadi bagian Analis Kebijakan Bag Sumda Polres Sumedang, komunitas Sambalado (Saya mah balad widodo) tampak redup di mata publik. Namun sosok perwira menengah tersebut, tetap menjadi perhatian sejumlah partai.

Ada beberapa partai yang pernah dikatakan dekat dengan Setya Widodo. Salahsatunya, partai raksasa Golkar. Bahkan, ia pernah ikut didagangkan dalam kegiatan safari budaya di beberapa kecamatan bersama Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Baru-baru ini, Setya Widodo juga sempat mencuri perhatian dari partai Perindo, besutan Harri Tanoesoedibjo yang juga merupakan pemilik MNC Group. Alasan Perindo menyebut-nyebut nama Setya Widodo, karena adanya ketidak percayaan terhadap para tokoh lama yang kembali masuk kedalam bursa kandidat bakal calon bupati dan wakil bupati.

“Saya melihat orang-orang baru ini kelihatannya serius untuk membangun Sumedang. Kalau pa Widodo ini, saya kenal beliau ini orangnya tegas, disiplin, dan pastinya mengerti hukum. Jadi saya yakin, dia tidak akan berani melakukan perbuatan melawan hukum,” kata Bendahara DPD Partai Perindo Kabupaten Sumedang, Riko Eriko, baru-baru ini.

Sementara itu, Setya Widodo juga turut diperhitungkan kehadirannya oleh salahsatu politisi Partai Gerindra, Deden Doni. Dengan kasus indisipliner akibat dugaan politik praktis yang dilakukan Setya Widodo, Dendon malah menduga jika mantan pejabat nomor 3 Polres Sumedang tersebut terkena imbas politik yang menumpangi kasus tersebut.

“Melihat kasus kemarin, justru saya berpikir apakah ini merupakan sebuah politik, karena ada yang terganggu dengan kehadiran Sambalado yang diisukan berniat untuk menjadi pimpinan di Sumedang pada agenda Pilkada 2018,” ujarnya.

Namun demikian, kondisi redupnya komunitas Sambalado turut dibantah salah seorang simpatisan Sambalado asal Kecamatan Tanjungkerta, Dedi. Ia menerangkan, jika Komunitas Sambalado akan tetap bergerak. Bahkan kedepan, akan segera melegalkan komunitas tersebut dengan membuat akta notaris.

“Kita tetap bergerak untuk memberikan dukungan terhadap Pak Widodo. Ya walaupun kami juga menyesalkan apa yang terjadi dengan beliau kemarin, hingga diturunkan jabatannya. Kita sudah melakukan sejumlah kegiatan di beberapa daerah. Bahkan kita juga sedang mempersiapkan untuk membuat akta notaris komunitas Sambalado ini,” tukasnya. (bay)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed