oleh

Lebih Dekat dengan Keluarga Ace yang Lumpuh Selama 4 Tahun

**Anak Jadi Tulang Punggung Keluarga

Karena penyakit yang dideritanya, Ace (42) hanya bisa berdiam diri di rumahnya. Kini, tulang punggung keluarga berpindah ke anak sulungnya, Lukmanul Hakim. Bagaimana komentar warga terdekat dan pemerintah setempat. Berikut catatannya.

ATEP BIMO ARIO SUTEJO, Paseh.

TELAH lama Ace menderita lumpuh di kedua kakinya. Penyakit itu telah bertahun-tahun diderita Ace sehingga ia mengalami kesulitan dalam berobat.

Warga RT 04/02, Dusun Bihbul, Desa Legok Kidul, Kecamatan Paseh hanya hidup bersama kedua anaknya di sebuah rumah. Ace yang saat itu bekerja serabutan bersama kedua anaknya telah ditinggalkan istri karena faktor ekonomi.

Kepala Dusun Bihbul, Desa Legok Kidul, Rasidi sekaligus tetangga terdekatnya mengatakan Ace dahulu merupakan pekerja berat sebagai pengangkat pasir dan batu di galian. Sehingga, kata dia, ia menderita penyakit hernia sejak sekitar lima tahun lalu.

“Penyakitnya mulai parah sekitar empat tahun lalu, hingga Ace tidak bisa berjalan,” ujar Rasidi kepada Sumeks di kediamannya, Minggu (20/3) kemarin.

Dikatakan Rasidi, selain berpenyakit hernia, Ace juga menderita penyakit lainnya yang hingga kini belum jelas. Kemungkinan, Ace mengalami komplikasi. “Sebab, dia sering mengeluhkan sakit di punggungnya,” ujarnya.

Kata Rasidi, sudah sekitar tujuh tahun lalu ia bersama kedua anaknya ditinggalkan istri dengan alasan untuk bekerja. Namun, kata dia, hingga sekarang istri Ace tidak pernah kembali ke rumahnya.

“Sejak itu, Ace hanya hidup bertiga di rumahnya. Ibu dari kedua anak Ace telah kembali ke rumah orang tuanya di Kecamatan Tanjungkerta,” jelasnya.

Disebutkan, untuk menghidupi keluarganya, kini anak terbesar Ace, Lukmanul Hakim (16) harus putus sekolah dan menjadi tulang punggung keluarga dengan mengumpulkan rongsokan dan membuat tikar dari bungkus kopi. Sebutnya, Lukman hanya bersekolah sampai kelas IV SD.

“Sementara adiknya, Rafi (9) hanya sekolah sampai kelas dua SD. Ia tidak bisa melanjutkan sekolahnya karena terkendala biaya,” terangnya.

Terpisah, Kepala Desa Legok Kidul, Apon Heryani ketika berbincang dengan Sumeks mengatakan Pemerintah Desa telah lama memperhatikan keluarga Ace. Terangnya, Pemdes, tetangga dan unsur lainnya sering memberikan bantuan berupa uang ataupun lainnya untuk kebutuhan berobat dan kehidupan sehari-hari.

“Bahkan, kami sempat menawarkan anak bungsunya, Rafi untuk melanjutkan sekolah. Selain itu, kami juga pernah menawarkan Ace untuk dioperasi terkait penyakit hernia yang dideritanya. Namun, saat itu Ace menolaknya,” jelasnya.

Saat ini, kata dia, dirinya telah mendengar Ace mau dioperasi. Bahkan, kata dia, rencananya hari ini, Senin (21/3) akan datang seorang dokter yang akan memeriksa kesehatan Ace secara keseluruhan.

Apon mengharapkan Ace dapat kembali sehat seperti sediakala. Sebutnya, Ace dapat kembali bekerja seperti biasa dan akan menjadi tulang punggung keluarga kembali. “Anak-anaknya dapat melanjutkan sekolah agar mendapatkan pendidikan yang layak,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Paseh, H Nandang Suparman SSos mengatakan pemerintah Kecamatan Paseh akan memberikan bantuan dalam bentuk tranportasi untuk pengobatan Ace. Sebutnya, ada dua mobil dinas Kecamatan Paseh yang dapat digunakan setiap saat oleh keluarga Ace untuk berobat. “Karena, selama ini transportasi menjadi kendala bagi keluarga Ace untuk berobat,” tandasnya.

Selain itu, kata dia, dirinya menyarankan agar kedua anak Ace dapat kembali bersekolah. Seperti anak sulung Ace, Lukmanul Hakim dapat kembali bersekolah dengan menggunakan sistem paket. Sebutnya, pendidikan akan sangat berguna bagi masa depan keduanya.

“Lukman dapat sekolah sengan sistem paket tidak memerlukan waktu setiap hari. Sehingga, Lukman dapat bekerja sambil bersekolah. Sementara, Rafi dapat melanjutkan sekolah setelah sempat tertunda,” terangnya.

Dikatakan Nandang, upaya lain juga sudah ditempuh pemerintah Kecamatan Paseh. Seperti, yang telah dilakukan melalui media sosial. “Kini sudah terkumpul sumbangan dari masyarakat berjumlah sekitar Rp 1.075.000. Belum lagi sumbangan dari unsur-unsur lain yang peduli dengan keluarga Ace,” jelasnya.

Secara pribadi, sambungnya, ia akan memberikan modal agar keluarga Ace dapat menjalankan usaha rongsokannya. Terangnya, usaha itu dapat dikelola oleh mereka langsung.
“Seperti menjadi penampung rongsokan dan menjualnya ke tempat lain. Mudah-mudahan hal itu menjadi solusi bagi mereka,” tutupnya. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed