oleh

KPU Teken MoU dengan Disdukcapil

KOTA – Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun 2018 mendatang, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumedang, melakukan nota kesepahaman dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sumedang, Senin (20/3) di Kantor KPUD Sumedang, Jalan Serma Muchtar Nomor 98.
Seperti disampaikan Ketua KPUD Sumedang, Asep Kurnia SH MH, kerjasama dilakukan terkait pemuktahiran data pemilih berkelanjutan dan persiapan data pemilih untuk pelaksanaan pilkada.

“Rangkaian panjang pada pelaksanaan pemilu itu salah satunya menyiapkan data pemilih yang akurat,” katanya.

Asep Kurnia menegaskan, untuk mendapatkan akurasi data pemilih, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Semuanya, harus melalui proses yang cukup menguras tenaga. “Kendati tahapan pemilu belum dimulai, namun rangkaian panjang sudah berjalan,” ucapnya.

Mulai dari Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilihan (DP4) diserahkan kepada Kementerian Dalam Negeri, selanjutnya data tersebut diserahkan kepada Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesi (KPURI), dari KPURI diserahkan kepada KPU kabupaten.

“Dibawah pun, kami sudah melakukan komunikasi terkait dengan masalah kekurangan atau kelebihan dengan pilkada tahun sebelumnya sehingga kami dapat saling mengisi,” tuturnya.

Karena menurut Asep, akurasi data pemilih sangat ia butuhkan untuk menghindari adanya pemilih yang terlewat. “Kami harap, setelah KPU dan disdukcapil melakukan semua ini, masyarakat pun proaktif dengan cara mengecek kepesertaannya melalui media atau panita yang telah kami tunjuk,” terangnya.

Disebutkan, KPU juga akan membentuk Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang bertugas mendata penduduk yang memiliki hak untuk memilih. “Karena tidak semua penduduk mendapatkan hak pilih, kecuali mereka yang sudah memenuhi kriteria saja,” ungkapnya.

Setelah didapati jumlah hak pilih, sebut Asep, maka keluarlah Daftar Pemilih Sementara (DPS). Dan, setelah dilakukan kroscek ulang, muncul Daftar Pemilih Tetap (DPT). “Saya pikir proses inilah yang melatar belakangi dilakukannya MoU dengan disdukcapil,” katanya.

Di tempat sama, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sumedang, Agus Rasjidi menilai, langkah yang dilakukan KPUD sangat tepat. “Kerjasama ini merupakan yang ketiga kalinya sejak sebelas tahun terakhir ketika masih belum zamannya menggunakan e-KTP,” kata Agus menjelaskan.

Hal ini, katanya, karena sudah menjadi tupoksi disdukcapil untuk menyajikan data kependudukan yang akurat pada setiap tahunnya yang juga untuk kepentingan program pembangunan di Sumedang. “Karena setiap aspek pembangunan harus berbasis kependudukan,” tuturnya.

Dijelaskan, pihaknya melakukan pemantauan terhadap perkembangan jumlah penduduk pada setiap bulan, sehingga akurasi data kependudukan sangat terjamin. “Disamping itu, kami juga melakukan pendataan yang sifatnya dor to dor. Kami datangi dari pintu ke pintu untuk memastikan semu penduduk terdata dengan benar,” jelasnya.

Dikhawatirkan, sebut dua, masih ada masyarakat yang belum menyadari untuk melengkapi data kependudukan. “Namun kita lakukan pendaraan by name by adres by NIK. Walaupun belum terdata, pasti kami bantu,” tegasnya.

Untuk masyarakat yang berada di wilayah Genangan Jatigede, pihaknya terus melakukan pendataan dengan harapan akan muncul pada DP4, sehingga tidak akan kehilangan hak suaranya. (nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed