oleh

Tak Digubris, OTD Siap Demo Besar-Besaran

*DUDUKI SATKER

KOTA – Setelah permohonannya terkait dengan penyelsaian dampak sosial pembangunan Bendungan Jatigede tidak mendapat jawaban dan respon yang serius. Kini, gabungan Orang Terkena Dampak (OTD) Jatigede, berencana akan melakukan demo besar-besaran.

Rencananya, demo tersebut akan dilakukan pada 4 April 2017 mendatang, dengan sasaran lokasi demonstran yakni kantor satker Jatigede. Demonstrasi itu, akan dilakukan secara marathon yakni tahap pertama ke kantor satker, kedua ke kantor Bupati Sumedang, dan ketiga ke Kementrian PUPR di Jakarta.

“Kami akan kerahkan masa sebanyak-banyaknya, bahkan lebih banyak dari sebelumnya. Karena ini sudah merupakan puncak kekesalan kami. Kami akan duduki kantor satker,” ujar Ketua Aliansi Masyarakat Jatigede Bersatu, Ifan Yudi Wibowi, Rabu (29/3).

OTD berencana, akan menginap di kantor satker dan mendudukinya. Sebab seperti kesepakatan musyawarah OTD sebelumnya, jika complain mereka terkait dampak sosial dan complain atas hak tanah yang belum dibayar tidak ditanggapi dan diselesaikan dengan serius, maka OTD akan menginap dan mendirikan tenda di kantor satker Jatigede.

Ifan mengungkapkan, setelah sekian lama berdiam diri karena menungu proses Satker Jatigede yang berjanji akan segera menuntaskan komplain dari OTD, warga sudah bosan dan merasa dibohongi serta diberikan janji terus menerus tanpa realisasi.

“Padahal sebelumnya, bahwa satker telah berjanji akan segera memperoses ganti rugi dan dana kerohiman bagi warga yang belum mendapatkan,” ungkapnya.

Mereka menilai, satker telah melakukan kobohongan publik. Berulang-ulang yang dilakukan pejabat terkait pembangunan Waduk Jatigede dan dari pemerintah daerahpun seakan luput memperhatikan nasib OTD.

“Setelah aksi, kami akan ke Kantor KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) serta ke Kantor Menkopolhukam agar persoalan warga OTD diketahui nasional, agar kebobrokan pelaksanaan pembangunan Jatigede ini secara gamblang diketahui pejabat dan publik nasional,” kata Ifan yang juga Koordinator Umum OTD Bongkar di kantornya.

Ditanya mengapa juga harus Demo ke Pemda Sumedang, Ifan mengatakan, berkali-kali pihaknya tidak faham mengapa bupati diam saja ketika warganya disengsarakan. Menurutnya, bupati tidak proaktif sekalipun.

“Tau rakyatnya disengsarakan, padahal kita tau bahwa kepala daerah itu adalah wakil warganya baik di dalam maupun di luar pengadilan ketika ada masalah yang cukup masiv. Ini malah terkesan seperti sapi ompong yang tidak memahami apa yang statusnya dilakukan. Jangan main-main, akibat pembangunan Waduk Jatigede ini ada ribuan warga Sumedang yang disengsarakan. Ribuan warga mengalami pergeseran pola hidup yang sangat dratis sejak Jatigede digenang dan berada ditempat barunya,” tuturnya.

Sementara menurutnya, hak-haknya masih banyak yang belum diberi ganti rugi, bupati harus terus menerus secara aktif mempertanyakan semua ini kepada pihak terkait.

“Coba seminggu skali ke daerah relokasi warga OTD Jatigede agar tau apa yang sedang dialami warganya, lalu cari solusi secepatnya bukan datang hanya untuk tenar pesona gumasep,” harapnya.

Lebih lanjut, Ifan mengimbau kepada seluruh OTD, terkait pilkada 2018, warga OTD harus berpikir 1.000 kali untuk memilih pemimpin Sumedang mendatang. Sehingga dalam mampu mencari bupati yang memperhatikan nasib warga Jatigede.

“Ingat, dengan jumlah warga yang mncapai 49 ribu warga, OTD mmiliki peran yang signifikan dalam menentukan pemimpin Sumedang kedepan. Cari pemimpin anu nyaah ka OTD,” tukasnya. (her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed