oleh

Setelah Telat Karena SPA, Raskin Didistribusikan

MULAI DIKIRIM

PASEH – Warga miskin yang mengeluh karena belum mendapatkan beras miskin (raskin) selama beberapa bulan, kini patut bergembira. Pasalnya mulai Jumat (7/4) kemarin, raskin sudah disitribusikan oleh Gudang Bulog Subdivre Bandung di Desa Paseh Kidul, Kecamatan Paseh ke desa-desa.

Seperti di Desa Paseh Kaler, Kecamatan Paseh, begitu mengetahui raskin didistribusikan warga langsung berdatangan. Mereka berbondong-bondong mengambil raskin sesuai jatah.

“Biasanya dalam sekejap beras raskin habis. Karena banyak warga yang membutuhkan beras raskin setelah lama tidak ada,” ujar Sekretaris Desa Paseh Kaler, Tedi Rudiana kepada Sumeks di kantornya, kemarin.

Tedi menerangkan, raskin sudah tidak didistribusikan sejak Bulan Januari 2017. Sebutnya banyak warga mempertanyakan keberadaan raskin selama ini. “Padahal mereka sangat memerlukannya untuk sehari hari,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Satker Raskin Sumedang, Iyas Muksin ketika dikonfirmasi, membenarkan bahwa distribusi raskin sudah dilakukan mulai Jumat (7/4) kemarin. Raskin saat ini baru didistribusikan ke desa-desa yang ada di Kecamatan Paseh.

“Ya, memang raskin sudah mulai didistribusikan. Tadi sebanyak delapan armada sudah memuat untuk desa-desa yang ada di Kecamatan Paseh,” ujar Iyas.

Iyas menerangkan, untuk Sabtu (8/4) hari ini, raskin akan didistribusikan ke desa-desa di Kecamatan Buahdua. Selanjutnya, kata dia, pendistribusian juga akan dilakukan ke seluruh desa-desa di kecamatan lain yang ada di Kabupaten Sumedang karena pihaknya melakukan pendistribusian raskin secara bertahap, karena masih terkendala dengan keterbatasan armada angkutan pengangkut raskin.

“Pendistribusian raskin kembali akan dilakukan setiap bulan. Kedepannya akan kembali lancar. Tidak terkendala lagi seperti sebelum-sebelumnya,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, warga miskin Kabupaten Sumedang tidak mendapatkan raskin dikarenakan keterlambatan pembuatan Surat Permintaan Alokasi (SPA). Keterlambatan pembuatan SPA lebih disebabkan tidak adanya keakuratan data antara Siskada dari Kemensos dengan Pagu Raskin Provinsi Jawa Barat.

“Tapi Alhamdulillah semuanya telah kembali lancar. Mudah-mudahan kejadian ini tidak akan terulang kembali,” ujar seorang warga Paseh, Ujang. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed