oleh

Harus Teliti Pilih Pemimpin

KOTA – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumedang dan Pilgub Jabar, situasi politik di kota tahu ini sudah mulai memanas. Sejumlah tokoh yang diprediksi akan meramaikan pertarungan politik di Kabupaten Sumedang, terus menjadi perhatian sejumlah pihak.

Tak hanya kalangan politisi, namun musim Pilkada ini menjadi perhatian pemerhai politik dan kalangan akademisi.

Seperti halnya, Adam Ismail, SE, S.Ip, M.Si salah seorang pemerhati Sumedang yang juga sebagai Kepala Bagian Umum Institut Dalam Negeri (IPDN) melihat kondisi politik di Sumedang masih terbilang kondusif.

“Walaupun situasi politik sudah terlihat menghangat, hal itu hanya baru dirasakan oleh para praktisi politik dalam melakukan manuper untuk menentukan arah penjaringan calon yang akan diusungnya. Namun belum menyentuh masyarakat secara umum,” katanya kepada sejumlah wartawan, baru-baru ini.

Adam juga melihat, sampai saat ini belum ada kepastian dari para partai politik dalam menentukan siapa yang akan diusung. Hal tersebut dikarenakan masing-masing partai memiliki mekanisme yang jelas dalam menjaring kandidat bakal calon.

“Karena partai politik pun akan sangat berhati-hati dalam mentukan bakal pilihannnya. Dan tentunya butuh waktu yang panjang dalam mengukur kualitas kandidat untuk sampai pada putusan menetapkan bakal calon yang akan diusungnya,” ujarnya.

Namun, bagi masyarakat secara umum, Adam menyampaikan sebaiknya masyarakat jangan terpengaruh terlalu dini untuk ikut dalam arus politik dalam konteks Pilkada. Akan tetapi, harus bisa menggunakan waktu yang masih panjang untuk melihat, membaca dan menganalisa para kandidat calon pemimpin Sumedang nanti.

“Sebaiknya ada tiga hal yang pantas dipedomani untuk menentukan bakal calon pemimpin masyarakat Sumedang, yaitu jangan titipkan amanat pada orang yang bukan ahlinya, Jangan titipkan amanat pada orang yang sangat ambisi menjadi pemimpin dan Jangan titipkan amanat pada orang yang tidak paham akan filosofi yang akan dipimpinnya,” tutur Adam.

Adam juga menambahkan, masyarakat harus bisa memahami alasan memilih salah seorang calon. Karena hal tersebut memiliki dampak yang luas bagi seluruh penduduk Kabupaten Sumedang.

“Jika masyarakat salah dalam memilih seorang pemimpin, maka masyarakat pula yang akan kena dampaknya. Tepat dalam memilih setidaknya satu langkah sebagai masyarakat Sumedang telah membantu mengembangkan wilayah yang sangat kita cintai ini,” tutur Adam menambahkan. (bay)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed