oleh

Melihat Cara Santri Pesantren Al Hikamussalafiyyah Peringati Isra Mi’raj

**Gelar Festival Sholawat Dikemas Dalam Genre Beatbox

Berbagai cara dilakukan umat Muslim untuk memperingati Isra Mi’raj (Rajaban – red). Salah satunya dengan cara menggelar Festival sholawat. Tetapi, berbeda dengan para santri Pesantren Al Hikamussalafiyyah di Desa Sukamantri Kecamatan Tanjungkerta. Mereka mengumandangkan sholawat dengan diiringi ‘beatbox’ (musik dengan suara mulut-red). Berikut liputannya.

ATEP BIMO ARIO SUTEJO, Tanjungkerta

BEATBOX atau musik dengan suara mulut saat ini sedang digandrungi para remaja di seluruh tanah air. Termasuk di wilayah Kabupaten Sumedang.

Tidak ingin ketinggalan, hal itu pula dilakukan oleh para Santri di Pesantren Al Hikamussalafiyyah (PPHS) Desa Sukamantri Kecamatan Tanjungkerta. Mereka mengadakan festival sholawat dengan diiringi beatbox sebagai pengiring sholawat. Hal itu dilakukan untuk memeriahkan acara peringatan Isra Mi’raj di pesantren tersebut, Minggu (23/4) malam.

Ketua panitia kegiatan Isra Mi’raj di Pesantren Al Hikamussalafiyyah, Hamdika Saputra mengatakan pembacaan sholawat dengan iringan musik dari marawis, rebana, atau alat musik sejenisnya sudah biasa dilakukan. Tapi. Kata dia, pembacaan sholawat dengan iringan musik beatbox masih jarang dilakukan.

“Festival sholawat yang dilaksanakan di PPHS tahun ini menginginkan sesuatu yang berbeda dari biasanya. Kelompok sholawat yang tampil harus membaca sholawat dengan kolaborasi beatbox,” ujar Hamdika kepada Sumeks, Senin (24/4) kemarin.

Dikatakan Hamdika, santri-santri PPHS sekarang sedang menggandrungi beatbox. Disela-sela istirahat, kalau tidak ada kegiatan pengajian mereka selalu berkumpul di kobongnya masing-masing dan suka berlatih beatbox. Sebutnya, pengurus santri PPHS sadar betul dengan kebiasaan santri ini.

“Akhirnya untuk menyalurkan bakat para santri dibuat kegiatan festival sholawat dengan kolaborasi beatbox dan hadroh,” tutur Hamdika.

Disebutkan, kegiatan ini sangat diapresiasi oleh seluruh santri PPHS. Terangnya, seluruh kobong santri
putra yang berjumlah 15 kobong mengirimkan grup sholawatnya dalam festival sholawat ini.

“Festival sholawat ini merupakan kegiatan pertama yang dilaksanakan oleh PPHS dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di tahun ini. Besok malam masih ada kegiatan lomba pidato dengan Bahasa Sunda, Indonesia, Arab, dan Inggris,” terangnya.

Sementara itu, kata dia, puncak acaranya akan dilaksanakan selasa siang dengan kegiatan Tabligh Akbar.

“Semoga seluruh rangkaian kegiatan ini berjalan lancar,” tukasnya.

Ketua dewan pembina Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah (PPHS) H. Sa’dulloh mengatakan dirinya sangat mendukung dan mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan ini. Sebutnya, moto PPHS yaitu “melestarikan nilai-nilai lama yang baik dan mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik”.

Menurutnya, sholawat dengan iringan musik beatbox merupakan nilai baru. “Selama nilai baru tersebut tidak melanggar aturan syariat agama islam maka silahkan pergunakan. Apalagi ini untuk mengiringi bacaan sholawat,” tutur H Sa’dulloh. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed