oleh

Aktivitas Gerakan Literasi ala Komunitas Emarebook

**Ajak Anak-anak Mendongeng dan Baca Puisi

Setiap tahunnya, Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei diperingati dengan seremoni upacara. Namun, ada yang unik di Kabupaten Sumedang, di saat para pejabat dan praktisi pendidikan menggelar upacara, di salah satu pojok Alun-alun Sumedang, sekelompok ibu muda berkumpul bersama sejumlah anak-anak. Ya, mereka dari komunitas Emarebook, Emak-emak Reads Book. Berikut liputannya.

————————
CANDA, tawa, serius. Suasana itu yang tergambar di salah satu gazebo Alun-alun Sumedang. Ya, rupanya kaum ibu yang digawangi Dini Nurdianti, salah seorang pendiri Komunitas Emarebook, mencoba mengajak anak-anak yang sedang berada di sekitar Alun-alun, untuk bermain sambil belajar.

Kegiatannya cukup banyak. Ada dongeng, membaca puisi dan menggambar/mewarnai. Sontak aja, kegiatan spontan ini menarik minat sejumlah anak yang ada di sekitar Alun-alun untuk merapat ke gazebo tersebut. Ada anak yang awalnya malu-malu mendekat, tapi akhirnya ikut bergabung juga mendengarkan dongeng. Bahkan, ada juga anak yang berani membaca puisi. Padahal, di antara mereka baru kenal satu sama lainnya.

“Ini baru pertama kalinya, saya dan sejumlah rekan perempuan lainnya, membuat acara spontan di Alun-alun ini. Alhamdulillah responsnya cukup baik. Yang bergabung itu, ada anak yang sedang main bersama teman-temannya, dan ada pula anak-anak yang sedang bermain sama ibunya di alun-alun ini,” tutur Dini mengawali perbincangan dengan Sumeks, baru-baru ini.

Acara spontan Dini dan sejumlah rekannya ini, tidak terlepas dari kepeduliannya terhadap gerakan literasi, khususnya untuk anak usia dini. Sebab, ia menilai, untuk menanamkan minat baca dan menulis, harus digalakan sedini mungkin.

“Mungkin, sekarang anak lebih senang nonton televisi daripada membaca buku-buku cerita. Dan, dengan banyaknya acara televisi, malah membuat anak-anak kurang berminat untuk membaca,” ujar ibu dua anak ini.

Untuk kegiatan di Alun-alun sendiri, Dini mengatakan, diawali dengan mendengarkan dongeng maupun kisah di zaman Rasululloh, yang dilanjutkan dengan membaca puisi. Selain itu, anak-anak juga diberikan tips membuat puisi sederhana.

“Saya cukup respek juga dengan anak-anak ini. Meski baru diarahkan membuat puisi, ternyata hasilnya cukup bagus. Begitu pula dengan keberanian anak-anak ini, membacakan puisi karya mereka sendiri,” tutur perempuan yang menuntaskan program sarjananya di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini.

Sementara itu, sejumlah orangtua yang secara spontan pula mengajak anaknya bergabung di gazebo, berharap, kegiatan seperti ini tak hanya dilakukan saat peringatan Hardiknas saja. Ke depannya, mereka berharap, kegiatan literasi untuk anak ini, dilaksanakan secara kontinu. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed