oleh

Sekolah dan Pesantren Jadi Perhatian Donny

SUKASARI – Anggota Komisi X DPR RI, Donny Ahmad Munir melakukan silaturrahmi bersama ratusan warga Kecamatan Sukasari, Rabu (3/5).

Kegiatan tersebut, merupakan agenda reses sekaligus menghadiri acara pelantilan penghurus MWC, Muslimat, Fatayat, IPNU dan IPP Nahdlatul Ulama Kecamatan Sukasari.

Dalam acara yang dipusatkan di Majlis Taklim Jam’ie Miftahul Hasanah ini, Donny menampung berbagai  aspirasi  masyarakat. “Terutama terkait infrastruktur jalan serta pembangunan ruang kelas baru di beberapa pondok pesantren,” katanya di sela-sela kegiatan reses.

Dikatakan, aspirasi tersebut merupakan pekerjaan rumah baginya, sebagai anggota dewan yang membidangi masalah pendidikan.

“Berkaitan dengan jalan dan sekolah, Insya Allah akan kami tindak lanjuti. Sebagai mana komitmen saya, sebagai bagian dari komunitas pesantren, saya akan memperjuangkannya di DPR,” tuturnya.

Selain itu, ia menambahkan, pihaknya tengah pemperjuangkan pendidikan berbasis keagamaan yang hingga sekarang masih kurang mendapatkan sentuhan dari pemerintah.

“Kenapa sekolah umum ada gedungnya, ada gaji guru dan biaya operasional sekolah.  Sedangkan madrasah, pesantren dan TPA,  jangankan biaya operasional, insentif bagi gurunya pun tidak ada,” ujarnya.

Padahal menurut Donny, madrasah, pesantren dan TPA sama – sama memiliki peranan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Berarti negara harus hadir untuk memberikan perhatian kepada madrasah, pesantren dan TPA semaksimal mungkin,” tuturnya.

Untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah, pihaknya bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), tengah mengusulkan Undang -Undang Lembaga Pendidikan Keagamaan yang sekarang masih dalam pembahasan di DPR.  
“Kami mohon doanya, mudah-mudahan rancangan undang-undang tersebut segera disahkan,” ucapnya.

Kalau Undang-undang Lembaga Pendidikan Keagamaan sudah di sah kan, maka pesantren, madrasah dan TPA di seluruh Indonesia, akan mendapat perhatian sebagai mana perhatian yang diberikan kepada sekolah umum dan lembaga formal lainnya. (nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed