oleh

Ribuan Massa Tumplek Hadiri Rajaban Akbar di Asy- Syifaa Wal Mahmudiyah

**Angkat Tema, Cinta Nabi Cinta Tanah Air

Ribuan umat Islam tumpah ruah menghadiri Rajaban Akbar yang diselenggarakan Pondok Pesantren Islam Internasional Asy- Syifaa Wal Mahmudiyah, di Dusun Simpang, Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, Minggu (7/5). Seperti apakah kemeriahannya, berikut liputannya.

ASEP NURDIN, Pamulihan

MINGGU (7/5) pagi menjadi hari yang istimewa bagi warga Pamulihan dan Sumedang pada umumnya. Sebab, dihari yang cerah itu, telah diselenggarakan Rajaban Akbar yang digelar Pontren Asy- Syifaa Wal Mahmudiyah.

Ya, acara yang bertema Cinta Nabi Cinta Negri ini, mendatangkan beberapa mubaligh terkenal dari luar Kabupaten Sumedang, diantaranya, Ketua Tanfidhiyah Pengurus Wilayah NU Jawa Barat, KH Hasan Nur Hidayatullah (Gus Hasan), Pengasuh Pondok Pesantren Darrul Mustofa, Solo Jawa Tengah, Al- Habib Sholeh Al Jufri dan Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hadits Alfaqihiyyah, Malang Jawa Timur, Al Habib Ahmad bin Ustman Al’drus.

Seperti disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Islam Internasional Asy- Syifa Wal Mahmudiyyah, Abuya KHM Muhyidin Abdul Qodir Al Manafi MA, Rajaban Akbar digelar sebagai upaya untuk meningkatkan keimanan para jamaah dan umat Islam kepada Allah SWT.

“Isra Wal Mi’raj merupakan peristiwa luar biasa yang harus diyakini dengan penuh keimanan,” katanya kepada Sumeks, seusai acara.

Kita sebagai umat Islam, lanjut Abuya, harus menyikapi peristiwa tersebut dengan penuh keagungan. Sehingga dapat mengambil pelajaran dari perjalanan Isra wal mi’raj Nabi Muhammad SAW.

“Betapa besarnya anugrah yang diberikan Allah kepada Rasulullah SAW dan anugrah tersebut dapat kita nikmati dengan perintah menjalankan Shalat lima waktu,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Anggota Komisi X DPR RI, Donny Ahmad Munir ST, MM, dengan acara Rajaban Akbar seperti ini, diharapkan dapat menambah kemaslahatan kepada umat, dalam menanamkan pondasi keimanan kepada Allah SWT.

“Mudah-mudahan dapat menjadi wahana instrofeksi dan evaluasi selama perjalanan hidup, termasuk ibadah yang selama ini kita lakukan.

Terutama ibadah shalat. Apakah sudah betul-betul mendirikan, atau hanya sebatas menggugurkan kewajiban,” ucapnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, Sekertaris Daerah Kabupaten Sumedang, Zaenal Alimin, para pimpinqn pondok pesantren, unsur TNI/POLRI, Ormas dan lain sebagainya.

Acara yang berlangsung sekitar lima jam tersebut, diwarnai pembacaan Asmaul Husna bersama, yang dipimpin sejumlah anggota Kepolisian dari Polres Sumedang, peragaan bela diri silat serta penampilan marawis. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed