oleh

Peringatan Hari Besar Islam di Kecamatan Situraja

**Gelar Isra Mi’raj Diyakini Bisa Tingkatkan Silaturahmi

Meski sudah masuk bulan Sa’ban, namun genderang peringatan hari besar islam di beberapa daerah masih terdengar. Salah satunya di Kecamatan Situraja yang baru saja menggelar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhamad SAW. Berikut liputannya.

HERI PURNAMA, Situraja

SUASANA damai dan hidmat tampak tepancar pada acara Isra Mi’raj atau yang kerap disebut Rajaban di salah satu masjid di Situraja. Tampak orang-orang berkumpul dengan raut wajah damai dan riang.

Tak hanya itu, pakaian muslim yang dipakai memberikan kewibawaan pada muslim laki-laki dan ke anggunan pada muslim perempuan.

Betapa tidak, Isra Mi’raj yang digelar di tingkat Kecamatan Situraja itu dihadiri ratusan jamaah. Bahkan bisa menyatukan semua element masyarakat, baik itu pemerintah, tokoh agama, dan tokoh pemuda.

Dalam kegiatan rajaban itu banyak hal yang bisa bermanfaat bagi masyarakat Situraja. Selain mendapat pencerahan dari tausiyah yang diberikan ulama, masyarakat juga bisa mendapatkan keuntungan dari indahnya berbagi dan berkumpul dalam satu tempat yang penuh berkah.

“Memang indah saat kita dipersatukan dalam kondisi yang religius,” kata Camat Situraja, Sutisna kepada Sumeks Kamis, (11/5).

Dikatakan, dalam kesempatan itu pihak kecamatan mengumpulkan semua grup pengajian dari tiap-tiap desa. Dan para kepala desa se Kecamatan Situraja, tokoh agama dan tokoh pemuda. Hal itu dimaksud agar silaturahmi antar tokoh agama yang satu dengan yang lainnya bisa semakin dipererat dan bisa memberikan motivasi terhadap tokoh pemuda untuk menekuni kegiatan di bidang agama.

“Dari berbagai unsur kita kumpulkan, itu demi terciptanya kerukunan antar satu sama lainnya,” ucapnya.

Selain itu, kegiatan tersebut juga sebagai acara penyambutan bulan Ramadhan yang tinggal dua pekan lagi. Menurutnya penyambutan bulan suci Ramadhan itu menjadi moment untuk mengingatkan kepada masyarakat di Kecamatan Situraja agar menjalankan ibadah puasa dengan baik.

Bahkan diharapkan menjadikan suasana bulan tersebut penuh dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

“Tibanya bulan suci nanti, maka saya berharap masyarakat di Situraja bisa menjadikan bulan tersebut sebagai bulan yang di idolakan semua unsur terutama para pemuda yang harus kreatif dengan kegiatan-kegiatan keagamaannya,” katanya lagi.

Ia menilai, bahwa pemuda di wilayah Situraja cukup keratif apalagi di tiap-tiap desa sudah terdapat kelompok pemuda yang disebut Ikatan remaja mesjid (IRMA). Oleh sebab itu ikatan pemuda tersebut harus punya tekada yang kuat untuk menjungjung tinggi nilai keagamaan.

“Saya yakin di bulan ramadhan nanti banyak hal yang akan dilakukan para remaja mesjid yang ada di desa-desa,” ucapnya. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed