oleh

Proyek RSUD Dibidik Kejati

** Baru Dengar, Hilman Janji Kooperatif

KOTA – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar dikabarkan tengah membidik proyek pembangunan RSUD Sumedang.
Pembangunan gedung yang direncanakan berlantai delapan itu, kini sudah memasuki pelaksanaan tahap ke dua, dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp22 miliar, dari total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp50 miliar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Sumeks dari beberapa sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, Tim Penyidik Kejati Jabar dikabarkan sudah melakukan penyelidikan di RSUD Sumedang, Selasa (9/5).

Namun, kabar kedatangan penyidik tersebut dibantah oleh Direktur RSUD Sumedang, H.Hilman Taufik WS.

“Saya memang sudah mendapat kabar, jika Tim dari Kejati akan kesini (RSUD). Tapi sampai hari ini, belum ada,” ujar Hilman, ketika ditemui di RSUD Sumedang.

Meski begitu, dia tidak menampik jika sebelumnya sempat mendapat kabar, kalau proyek pembangunan gedung berlantai delapan itu, ada yang melaporkan ke Kejati Jabar. Tapi sejauh itu, dia pun tidak tahu, soal apa yang dilaporkannya itu.

“Saya sempat mendengar kabar, kalau sudah ada pengaduan dari masyarakat ke Kejati,” ucapnya.

Namun demikian, kalaupun benar Tim Penyidik Kejati Jabar, melakukan penyelidikan atas proyek tersebut, pihaknya akan bersikap kooperatif, untuk membantu tugas mereka.

Terlebih, dia merasa tidak ada masalah atas proyek tersebut. Apalagi dalam pelaksanaanya itu, pihaknya telah menggandeng Tim Pengawas Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan Daerah (TP4D) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumedang.

“Karena itu, pada prinsipnya kami akan bersikap kooperatif dalam membantu tugas mereka (Tim Penyidik Kejati),” ungkapnya.

Disinggung soal mencuatnya dugaan penyimpangan keuangan negara sebesar Rp3 miliar, pada proyek tersebut, dia tidak menanggapinya.

Namun dia menjelaskan jika dari total anggaran yang dialokasikan untuk proyek gedung RSUD itu sebesar Rp50 miliar, dan baru terserap sekitar Rp22 miliar.

“Untuk pekerjaan tahap dua, anggaran yang sudah terserap sekitar Rp22 miliar. Sisanya untuk pelaksanaan pembangunan tahap ke tiga, prosesnya baru akan dilelangkan,” tandasnya.

Sementara itu, Kajari Sumedang, Ewang Jasa Rahadian, ketika dikonfirmasi terkait kedatangan Tim Penyidik Kejati ke RSUD Sumedang, enggan berkomentar. Sekalipun sumber di Kejari, menyebutkan sudah mendapat informasi atas kedatangan tim penyidik tersebut.

Bahkan beberapa penyidik dari Kejari Sumedang ada yang turut dilibatkan mendampinginya.

“O, sorry mas kemarin gak ada acara apa-apa. Kita semua di kantor,” ujarnya.

Kendati begitu, Ewang menyebutkan, sempat mendengar informasi kedatangan Tim Pinyidik Kejati Jabar dari perbincangan orang. “Katanya, orang-orang sih,” pungkasnya singkat. (her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed