Abas: Supir Ugal-Ugalan

*Dua Tewas, Satu Luka Berat

CICALENGKA – Saimun bin Matbasri, 42, warga Wonogiri, wafat di lokasi kejadian setelah Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Kramat Djati mengalami kecelakanan. Bus bermuatan 13 penumpang itu terbalik di bawah flyover di Jalan Raya Bypass Cicalengka Betulan Kampung Cipetag, Desa Tenjolaya Kecamatan Cicalengka, Bandung, sekira pukul 02.30 dinihari, kemarin (6/2).

Selain Saimun, satu pria yang identitasnya belum diketahui juga wafat di lokasi kejadian.

Informasi diperoleh bus yang berangkat dari Wonogiri sekira pukul 13.00 pada Selasa (5/2) tiba di sekitar Nagreg sekira pukul 02.00 dini hari.

Nahas, saat tiba di lokasi kejadian diduga karena supir, Asep, mengantuk dan kondisi bahu jalan yang licin setelah hujan, bus tiba-tiba lepas kendali. Kemudian menabrak pohon dan akhirnya terjerembab dalam tebing setinggi 10 meter. Akibat kejadian itu dua orang meninggal ditempat, satu orang kritis, dan 10 lainnya mengalami luka ringan.

”Dua jenazah korban masih berada di Rumah Sakit Cikopo, Cicalengka berikut 10 orang penumpang lainnya yang dalam kondisi luka. Mereka tengah mendapatkan perawatan intensif,” kata Dirlantas Polda Jawa Barat Kombes Pol Mohamad Aris pada wartawan di lokasi kejadian, kemarin.

Dikatakan Aris, dua korban tersebut merupakan warga Cilacap dan Wonogori. Disebutkan, bus bernomor polisi D 7591 AF terguling sekira pukul 02.30 dan baru berhasil dievakuasi oleh petugas dengan menggnakan alat berat sekira pukul 10.40.

Dugaan sementara, peristiwa itu karena factor supir mengantuk. Meski demikian, pihak kepolisian masih mendalami peristiwa ini, mulai dari kelaikan kendaraan, pemeriksaan saksi-saksi, supir dan pemilik P.O Kramat Djati.

”Atas kejadian ini, kami akan lakukan kembali pemeriksaan kendaraan angkutan umum yang melintasi Jabar dan mengimbau bagi supir angkutan umum yang sedang bertugas, jika mulai merasa ngantuk jangan paksakan melanjutkan perjalanan. Istirahatlah, demi menjaga terjadinya hal yang tidak di inginkan apalagi hingga kecelakaan lalulintas,” tandasnya.

Kejadian itu sontak membuat warga di sekitar lokasi kejadian geger. Mereka pun datang untuk melihat proses evakuasi yang menggunakan alat berat crane jenis TG-400 E. Crane ini mampu mengangkat beban hingga 30 ton.

Kasatlantas Polres Bandung, AKP Hasby memberikan gambaran kronologis kecelakaan tunggal itu.

”Kendaraan bus Kramat Djati Wonogiri-Bandung itu bergerak dari arah timur (Nagreg) menuju barat (Bandung). Diduga pengemudi tersebut kurang konsentrasi sehingga oleng ke sebelah kiri dan menabrak ke pohon, kemudian terjatuh tebing setinggi 10 meter dengan posisi terbalik ban berada di atas,” ujarnya.

Dua orang meninggal dunia karena terhimpit, satu luka berat dan 10 lainnya mengalami luka ringan. “Seluruh korban di bawa ke RSU Cikopo Cicalengka,” ujar AKP Hasby.

Salahseorang korban selamat, Abas Suharno, 62, menyebutkan selepas Nagreg, dirinya merasakan supir membawa busnya secara ugal-ugalan. “Beres Nagreg, jalannya (bus) nggak karuan,” jelas Abas yang akan berangkat menuju Cimahi itu, pada wartawan di RSU Cikopo.

Semula Abas berpikiran, menjalan kendaraan seperti itu karena supir sudah biasa. Nyatanya, begitu sampai di bawah flyover Cikopo Cicalengka bus yang ditumpanginya tiba-tiba oleng, dan terbalik.

Dia baru sadar setelah dirinya yang tadinya duduk di kursi belakang, tiba-tiba terpental keluar. ”Saya tiba-tiba sudah berada di luar, enggak tahu ke luar dari pintu atau dari jendela. Kondisi busnya sudah rusak,” jelasnya yang mengaku hanya mengalami luka ringan akibat benturan dan gesekan. Juga keluar darah dari hidungnya. (yul/ign)

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.