Administrasi Tower Didata Ulang

Administrasi Tower Didata Ulang

DIDATA ULANG: Dari 307 tower yang tercatat, dalam sebulan ini Dinas Informasi Komunikasi Persandian dan Statistik baru mendata ulang 100 tower.

PEWARTA: ASEP HERDIANA/SUMEKS

Penyerapan Aspirasi Masyarakat

SUMEDANG – Dinas Informasi Komunikasi Persandian dan Statistik Kabupaten Sumedang, sebulan ini telah mendata keberadaan tower. Menurut Kepala Bidang Informatika Diskipas Kemal Idris, sejauh ini berdasarkan data ada sekitar 307 tower dari berbagai perusahaan yang berada di Kabupaten Sumedang.

“Pendataan ini penting dilakukan dalam upaya penertiban administrasi serta penyerapan aspirasi dari masyarakat tentang keberadaan tower tersebut,” kata Kemal Idris, kemarin (16/11).

Menurut Kemal, sejauh ini setelah satu bulan melakukan pendataan, baru sekitar 100 tower yang berhasil dikunjungi. Sementara sisanya, masih dalam proses dan akhir tahun ini ditargetkan selesai.

Pendataan, kata Kemal, menyangkut kelengkapan tower seperti keberadaan lampu tower, cat tower atau pun pengecekan apakah tower tersebut masih berfungsi atau tidak. Serta, tanggapan masyarakat terhadap keberadaan tower itu.

Hasil pengecekan yang sudah dilakukan, pada umumnya keberadaan cat pada tower memang banyak yang sudah lusuh dan hal ini harus segera dilakukan pengecetan ulang. Mengingat, bila dibiarkan akan menyebabkan berkarat dan kropos sehingga mengancam kokohnya tower.

“Untuk cat tower yang telah lusuh kita sudah buatkan surat pemberitahuan kepada pemiliknya agar dilakukan pengecetan ulang,” jelasnya.

Dalam melakukan pendataan terhadap keberadaan tower, pihaknya memang mengalami kendala tenaga pendata. Apalagi keberadaan tower umumnya terdapat di daerah yang sulit dijangkau.

“Tak heran kalau kami memang baru berhasil melakukan pendataan untuk 100 tower, mengingat medan yang harus ditempuh juga lumayan berat, walaupun memang sebagian ada yang berada di tempat yang mudah dijangkau,” katanya menambahkan.

Dari hasil pendataan, diharapkan dapat memiliki database yang akurat terhadap keberadaan tower di Sumedang, agar nanti dalam melakukan koordinasi dengan perusahaan bila terjadi sesuatu mudah dilakukan.

Selain itu, lahan yang djadikan lokasi tower pada umumnya milik masyarakat. Dan ketika habis kontrak bisa diperpanjang atau pun tidak. “Hal itu tergantung kedua belah pihak, kalau pun tidak diperpanjang berarti harus dibongkar,” tukasnya. (her)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.