oleh

Air Jatigede Meluap di Luar Elevasi, Tanah Belum Dibayar Terendam

DARMARAJA – Kekhawatiran warga akan meluasnya air bendungan Jatigede, dipastikan tak meleset. Luapan air waduk ternyata sudah menyentuh tanah yang belum terbayar di wilayah Desa Cibogo, Dusun Cikuya, Blok Lebak Awi Surat, di Kecamatan Darmaraja.

Tanah milik Suhama (Eme) eks Warga Desa Cibogo, tanah seluas kurang lebih 100 tumbak (1.400 meter) itu terancam terendam air dari genangan waduk Jatigede.

Anak pemilik tanah tersebut, Carman (40), membenarkan tanahnya sudah ada yang terendam seluas satu meter dan itu kemungkinan akan terus meluas sebab menurut ukuran elepasi di bendungan masih belum sampai pada elepasi +260 Meter diatas permukaan laut.

Lanjut dia, pada hari Sabtu Pagi (23/04) air genangan sudah menyentuh batas antara tanah yang dibebaskan dan yang belum. Namun, pada siang harinya, ternyata air sudah merendam tanah yang belum dibebaskan.

“Yang menjadi pembatas tanah orang tua kita itu selokan, nah dari selokan kesana memang sudah dibebaskan. Tapi dari selokan kesini itu belum dibebaskan. Tadi pagi (kemarin, red.) air genangan masih di batas saja tapi siangnya sudah masuk ke tanah kita yang belum dibayar. Saya takut airnya ini akan terus meluas dan menghabiskan tanah kita yang belum dibebaskan ini,” kata Carman pada Sumeks, kemarin.

Lebih lanjut ia menjelaskan untuk membuktikan tanah tersebut memang belum dibebaskan. Pihak keluarganya masih menyimpan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) tanah tersebut dan masih membayar pajak. Melihat kondisi seperti ini, pihak pemilik tanah minta ada pertanggung jawaban dari pemerintah karena tanah itu adalah haknya, jika terendam maka harus dibebaskan.

“Kami juga tidak tahu. Ini harus dilaporkan sama siapa, tanah ini kan masuk ke wilayah Desa Cibogo, tapi saat ini pemerintahan desa tersebut sudah tidak ada,” kata dia.

Anehnya lagi, di atas tanah yang belum dibebaskan itu ada patok kuning. Pihak pemilik tanah tidak mengerti itu patok tanda apa, yang jelas tanahnya sampai saat ini belum ada pembebasan.

“Kalau patok ada di atas sana, masih di atas tanah kita, tapi kita tidak terlalu paham itu patok untuk tanda apa, apa tanda akhir permukaan air waduk jatigede atau tanda apa? Yang jelas tanah kita ini belum dibebaskan,” kata dia.

Pantauan Sumeks tidak hanya tanah milik keluarga Suhama yang terancam akan terendam diwilayah tersebut. Namun, ada beberapa tanah milik warga yang berada di pinggir batas wilayah genangan yang nyaris terendam. Oleh sebab itu pemerintah harus mengetahui dan harus menyelidiki kenapa hal itu bisa terjadi, apa tim pendataan pada waktu itu kurang jeli melakukan pendataannya. (eri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed