Ajak Mahasiswa dan Anak Muda untuk Mengembangkan Daerah

Ajak Mahasiswa dan Anak Muda untuk Mengembangkan Daerah

FOTO BERSAMA: Ricky Alamsyah foto bersama peserta forum terkait “Semangat Membangun Indonesia Melalui Mengembangkan Daerah”.

PEWARTA: IST

SALAH satu putra daerah Sumedang Ricky Alamsyah, memberikan motivasi dan pembekalan kepada anak muda dan mahasiswa, terkait “Semangat Membangun Indonesia Melalui Mengembangkan Daerah”. Acara Suarakan Indonesia ini bertempatkan di Kampus ITB Ganesha dan diselenggarakan oleh Aku Masuk ITB 2018, Keluarga Mahasiswa ITB, pada Minggu (12/11) lalu.

Ricky yang juga alumni Teknik Lingkungan ITB, sempat diamanahi sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB, serta merupakan Direktur Garuda Institute dan Pimpinan Proyek Kampung Buricak Burinong. Dia menceritakan mengenai lembaga dan gerakan yang sedang dirintis bersama kawan-kawan di Sumedang, yakni Garuda Institute dan Kampung Buricak Burinong.

“Gerakan yang sedang kita bangun bersama di Sumedang merupakan ungkapan dari kemarahan dan kekesalan.” Ujar Ricky kepada peserta forum diawal pemaparan.

“Namun kita coba bingkai dan salurkan energi negatif tersebut kepada hal yang solutif,” tambahnya.

Garuda Institute sendiri, merupakan Lembaga berbasis data, riset, dan kajian yang bergerak dalam bidang Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development). Selain mengadakan agenda-agenda pengembangan karakter, Garuda Institute juga aktif menyebarkan data-data dan hasil riset-riset baik skala Sumedang maupaun Nasional. Dengan harapan masyarakat dapat paham dan mengetahui informasi-informasi yang saat ini masih dianggap tabu.

Baru-baru ini, Garuda Institute menyebarluaskan infografis mengenai Ringkasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Sumedang Tahun Anggaran 2018. Infografis tersebut menuai banyak komentar dari masyarakat, khususnya warga Sumedang.

Kampung Buricak Burinong yang berlokasi di Kampung Cisema, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, sudah berjalan kurang lebih 5 bulan. Dengan bantuan dari seluruh elemen masyarakat yang peduli terhadap gerakan bersama ini, telah terlaksana 3 tahap pengecatan untuk dinding dengan menghabiskan cat sebanyak kurang lebih 3 ton. Berbagai pelatihan keahlian dan kewirausahaan juga mulai berjalan, seperti pelatihan wawasan kewirausahaan, potensi pengembang biakan burung puyuh, pelatihan pengolahan ikan.

Program-program pengembangan kapasitas warga lainnya akan menyusul secara bertahap dan berkelanjutan. Dalam waktu dekat ini akan diadakan pelatihan sablon dan menjahit beserta seluruh set peralatan yang diperlukan. Tak lupa untuk menumbuhkan budaya literasi warga dan akses informasi, akan diberikan bantuan perangkat komputer. Kampung Buricak Burinong masih membuka kesempatan luas bagi individu maupun lembaga yang ingin berpartisipasi dalam gerakan rakyat ini. Semoga berbagai keluhan masyarakat Cisema terkait bagaimana kehidupan mereka kedepannya dapat berbenah sedikit demi sedikit.

“Saat ini kami sedang memobilisasi bantuan-bantuan untuk pengecatan atap dan pembangunan menara bambu yang akan menjadi salah satu titik untuk berfoto dan fasilitas untuk dapat menikmati pemandangan Waduk Jatigede dan Kampung Buricak Burinong. Kami terbuka untuk setiap bantuan yang ditawarkan selama tidak merugikan masyarakat setempat.” Ujar Ricky.

Diskusi forum berlangsung aktif dan peserta forum satu persatu mulai mengemukakan gagasan atau apa yang sedang mereka lakukan demi berkontribusi mengembangkan daerahnya masing-masing.

“Walau bukan keharusan, namun menempuh pendidikan tinggi itu adalah hal yang penting. Dengan menjadi bagian dari pendidikan tinggi setidaknya kita mendapatkan 3 hal, yakni; kemampuan akademis, relasi, dan karakter. Ketiga hal tersebut sangat diperlukan bagi generasi konseptor dan eksekutor di era milenial seperti saat ini.” Papar Ricky.

Aldo, Ketua Aku Masuk ITB (AMI) 2018 juga memaparkan hal yang senada. Penanaman semangat membangun daerah adalah salah satu nilai yang dikejar pada AMI 2018.

“Meninjau urgensi materi ini, kami panitia AMI 2018 berencana mengadakan forum kedua terkait apa yang dipaparkan Kak Ricky. Dengan persiapan yang lebih matang dan cakupan peserta yang lebih luas. Khususnya kami menyasar rekan-rekan Paguyuban dari setiap daerah di pelosok Indonesia untuk hadir dalam forum kedua nanti dengan Kak Ricky sebagai narasumber lagi. Semoga semangat anak muda, khususnya mahasiswa ITB untuk kembali membangun daerahnya masing-masing semakin besar,” tukasnya. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.