Ajak Perempuan Rutin Tes IVA

Ajak Perempuan Rutin Tes IVA

AJAK DIALOG: Istri Presiden RI, Hj. Iriana Joko Widodo saat mengajak dialog seorang pelajar di SDN Tanjungsiang Sukadana, kemarin (7/2).(ISTIMEWA)

PEWARTA: IMAN NURMAN/IGUN/SUMEKS

*Ibu Negara Kunjungi 2 SD di Sumedang

JATINANGOR – Istri Presiden Republik Indonesia, Iriana Joko Widodo, mengingatkan kaum perempuan untuk rutin melakukan tes Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) untuk mencegah dan mendeteksi dini kanker leher rahim atau kanker serviks.

Hal itu dikatakan Ibu Negara saat berkunjung dan melakukan dialog dengan 3 ribu karyawati PT Kahatex di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, kemarin (7/2).

”Wanita harus test IVA setelah menikah dan sampai usia lima puluh tahun. Saya juga mengimbau agar ibu-ibu dan adik-adik karyawati PT Kahatex untuk melaksanakan test IVA,” kata Iriana.

Dalam kunjungannya, sedikitnya 3 ribu karyawan menjalani tes IVA. Pihak Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja meminta agar kaum hawa lebih rajin menjaga kebersihan demi terwujudnya hidup sehat.

OASE juga mengimbau beberapa jenis sampah seperti kantong kresek, bekas botol minuman kemasan dan sedotan agar penggunaannya diganti dan dikurangi.

OASE sendiri berperan untuk membantu ibu negara dalam sejumlah program, khususnya untuk masyarakat Indonesia.

”Ini skrining yang mendasar, sederhana, mudah dilakukan. IVA test penting dilakukan setahun sekali untuk cek organ intim kita,” kata dr. Lina Karlina, Sp.OG di acara sosialisasi pemeriksaan IVA bagi para karyawati itu.

Menurut dia, pemeriksaan IVA penting untuk mendeteksi keberadaan kanker serviks sejak dini. ”Kalau organ reproduksi kita sakit, bagaimana kita bisa bekerja dengan baik kanker leher rahim harus diwaspadai. Ini ancaman kematian nomor satu,” sambungnya.

Kanker leher rahim atau kanker serviks menjadi penyebab utama kematian perempuan di negara-negara berkembang. Saat ini, kata Lina, setiap dua menit seorang perempuan meninggal dunia akibat kanker serviks.

Dalam kesempatan itu, Lina menjelaskan sejumlah gejala adanya kanker serviks. ”Haid tidak teratur, nyeri panggul, nyeri saat senggama, keluar cairan keputihan yang kekuningan bercampur darah, terjadi pendarahan saat masa menopause. Ini harus diperiksa”.

Lina menyebutkan beberapa faktor risiko yang meningkatkan terjadinya kanker serviks di antaranya melakukan hubungan seks sebelum usia 20 tahun, kerap berganti pasangan seksual, memiliki riwayat infeksi di daerah kelamin dan kurang menjaga kebersihan alat kelamin. Selain itu perempuan yang memiliki keluarga yang menderita kanker berpeluang lebih besar terkena kanker serviks.

”Perempuan yang melahirkan banyak anak, perokok maupun yang kerap terkena paparan asap rokok juga berisiko (terkena kanker serviks),” katanya.

Beberapa upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah setia kepada pasangan, tidak merokok dan melakukan vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV).

Anggota OASE Kabinet Kerja Marifah Hanif Dhakiri mengatakan sosialisasi pemeriksaan IVA merupakan salah satu program kerja di OASE Kabinet Kerja.

”(Pemeriksaan IVA) tujuannya untuk menyehatkan para perempuan. Kalau perempuan sehat, maka produktifitas akan meningkat,” kata Marifah.

Kegiatan ini sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap kesehatan tenaga kerja perempuan Indonesia. ”Pemerintah berupaya membantu masyarakat agar para perempuan sadar terhadap pentingnya menjaga kesehatan,” kata istri Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri ini.

Pemeriksaan IVA di PT Kahatex ini, ditargetkan untuk diikuti sebanyak 3.000 karyawan perempuan PT Kahatex yang akan dilakukan mulai 6-22 Februari 2019.

Sejak 2015 hingga Juli 2018, telah dilakukan pemeriksaan IVA terhadap 15.225 orang pekerja perempuan di seluruh Indonesia. Dalam setiap pemeriksaan IVA, para pekerja perempuan juga diberikan vitamin.

Selain OASE juga focus pada bidang lingkungan hidup, meliputi tiga kawasan, yakni rumah lestari, biopori dan mangrove.

Dikatakan, masyarakat bisa memanfaatkan halaman dan pekarangan dengan menanami buah-buahan atau sayuran. Jika tidak memiliki halaman, katanya, buah-buahan bisa ditanam di pot dan sayur bisa di polybag.

”Kemudian biopori adalah melubangi tanah 2 sampai 3 cm dengan kedalaman 100 cm. Lubang tersebut kemudian diisi sampah-sampah organik untuk menghasilkan kompos,” ujarnya.

Dikatakan, biopori juga berperan penting dalam pencegahan banjir. Sedangkan untuk mangrove, saat ini pemerintah dan OASE menggerakan kembali masyarakat untuk kembali menanamnya secara giat.

”Penanamanan mangrove ini sebagai upaya mencegah abrasi pantai dan juga penyaring racun di tepi pantai hingga dapat mencegah terjadinya bencana tsunami karena air disaring oleh mangrove,” pungkasnya.

 

Dua SD Dikunjungi Ibu Negara

Dalam kunjungannya ke Sumedang, Iriana beserta rombongan melaksanakan sejumlah agenda kegiatan di beberapa titik lokasi. Kegiatan diawali dengan sosialisasi gerakan cuci tangan bersama dan sosialisasi makan sehat di SD Pangsor dan SDN Tanjungsiang Desa Sukadana, Kecamatan Cimanggung, Sumedang.

Dalam kesempatan tersebut Ibu Negara bersama anggota OASE Kabinet Kerja mengajarkan gerakan cuci tangan sebelum makan kepada siswa-siswi dan menanam sayur di halaman sekolah dengan sistem tanam di dalam pot. Selain itu, dilaksanakan pula pemberian bantuan berupa alat biopori, bibit pohon dan bantuan lainnya.

Iriana berharap, kegiatan tersebut tidak hanya sampai hari ini saja namun, harus bisa dilingkungan secara berkelanjutan.

”Selain kami mengajak anak anak dan megajarkan untuk menanam buah dan sayuran, kami pun ajak masyarakat untuk bijak dalam mengolah persoalan sampah terutama sampah plastik dan meminta agar masyarakat dapat mengurangi penggunaan sampah plastik. oleh karena itu, pesan kami, lebih baik membawa tas sendiri saat berbelanja,” katanya. (imn/rls/ign)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.