Ajo Diduga Tipu Ratusan Juta, Dalih Pinjam

Ajo Diduga Tipu Ratusan Juta, Dalih Pinjam

MOBIL RENTAL: Pelaku penipuan dan penggelapan 12 unit mobil rental, saat digelandang jajaran Satreskrim Polres Purwakarta, Selasa (6/11/2018).  Pelaku yang mengaku sebagai rekanan dari sebuah perusahaan besar PLTU di Indramayu hendak menyewa 32 mobil rental untuk operasional. Namun, setelah mendapatkan mobil sewaan itu, ZA malah menggadaikannya ke pelaku lainnya berinisial S. (ILUSTRASI/DOK. PASUNDAN EKSPRES).

PEWARTA: IGUN GUNAWAN

CIMANGGUNG – Seorang kontraktor (pemborong) berinisial RAS diduga melakukan penggelapan uang ratusan juta dari sejumlah korbannya di Kecamatan Cimanggung.

RAS alias Ajo, merupakan warga Lingkungan Kaum Nomor 22 RT 02 RW 10 Kelurahan Regol Wetan Kecamatan Sumedang Selatan ini, berdalih meminjam uang kepada para korbannya dengan jaminan kendaraan roda empat. Sayangnya, kendaraan yang menjadi jaminan merupakan kendaraan rental mobil milik orang lain.

Sejumlah korban mengaku merasa tertipu dengan ulah Ajo tersebut. Apalagi sampai saat ini pelaku belum diketahui batang hidungnya. Salah seorang korban, Iman Nurman mengaku dirinya ditipu oleh Ajo uang dengan nominal senilai Rp20 juta.

Diceritakan Iman, dirinya meminjamkan uang ke Ajo melalui perantara Eri pemilik Material Samson di Dusun Cikandang/Celom Gado Desa Cikahuripan Kecamatan Cimanggung.

”Awalnya saya hanya kepercayaan saja melalui Eri. Transaksinya pun dilakukan di depan material yang masuk wilayah Hukum Polsek Cimanggung,” kata Iman saat melakukan konsultasi dengan pihak kepolisian di Mapolsek Cimanggung, kemarin.

Modusnya pelaku meminjam uang dengan jaminan satu unit mobil Avanza warna putih dengan Nopol Z 1229 AL, namun dihari berikutnya pelaku menukarkan mobil lagi dengan merek yang sama.

”Saya curiga kenapa jaminannya ditukar-tukar. Kan jadi rubah kuitansinya tidak sesuai. Ketika ditanya ke rekan saya Eri, gak apa-apa memang Ajo mobilnya banyak milik adiknya yang membuka showroom mobil di bilangan Rancapurut Sumedang. Saya percaya saja karena ada Eri yang meyakinkan,” ujar Iman.

Lain halnya dengan Rizal. Seorang guru honorer di Parakanmuncang, dia juga ditipu oleh Ajo uang senilai Rp12 juta. Modusnya nyaris sama dengan korban sebelumnya, yakni meminjam uang dengan jaminan mobil.

Namun di tengah perjalanan mobil dipinjam tersangka dengan alasan mau ditukar. Sampai dua minggu pelaku melarikan diri dan tidak pernah menemui korban. ”Ngakunya mobilnya mau ditukar dengan mobil lain. Jaminannya KTP asli pelaku. Namun sudah dua minggu lebih, mobil tidak kembali, uang saya nggak dibayar,” katanya.

Hal senada dikatakan Jajang warga Cibulakan Desa Sindanggalih Kecamatan Cimanggung. Dia tertipu uang Rp 55 juta oleh Ajo dengan jaminan dua unit mobil. Namun ditengah perjalanan, mobilnya diambil pemilik rental di Sumedang.

”Jelas tertipu karena pelaku menjanjikan mobilnya aman, milik pribadi dan bukan mobil setoran. Eh tak tahunya malam-malam ada yang ngambil mobil dari sebuah rentalan di Sumedang dengan membawa polisi. Katanya saya penadah karena mobil itu dilaporkan hilang,” ungkapnya.

Menurut Jajang diamini korban lainnya, jika Ajo tidak membayar utang dan tidak diberikan jaminan sampai Jumat (11/7), maka para korban akan membawa kasus penipuan ini ke ranah hukum.

Informasi yang dihimpun, tidak hanya dari ketiga korban warga Kecamatan Cimanggung dengan Total Rp 87 juta, pelaku juga sempat melakukan hal yang sama kepada dua korban warga Tasikmalaya dan Padalarang. Dikatakan, taksiran uang yang digelapkan pelaku senilai Rp 200 jutaan.

Sementara itu, Ajo ketika dihubungi mengatakan dirinya terlilit hutang kepada buruh kuli bangunan di sebuah proyek pabrik di Solokan Jeruk Kabupaten Bandung. Dia harus membayar upah pegawai sementara dari perusahaan belum juga dibayarkan.

”Saya ngaku hilap dan saya berbohong, Insya Allah dengan adik saya yang punya showroom utang kepada korban akan saya bayar,” ucapnya.

Sementara itu adik pelaku, Romli yang memiliki showroom Shofa Motor di bilangan Rancapurut Kecamatan Sumedang Utara mengaku tidak tahu menahu urusan utang piutang atau dugaan penipuan yang dilakukan kakaknya ke sejumlah korban di Cimanggung.

”Jangankan bapak, uang saya juga dipakai Achmad Rp100 juta lebih untuk keperluan proyek di Solokan Jeruk. Kami dari pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke yang bersangkutan. Karena mau apa yang dijual, kami sudah tidak punya apa-apa,” katanya.

Konon, kata Romli, saking banyaknya orang yang menagih utang ke Ajo, kedua orang tuanya yang merupakan pensiunan PNS itu diungsikan ke rumah kerabatnya karena takut terjadi apa apa. ”Orang tua kami diungsikan ke rumah kerabat. Pelaku tidak pernah pulang ke rumah dan hilang kontek,” tandasnya.

Sementara, terpantau beberapa korban dugaan kasus penipuan tersebut, melakukan konsultasi hukum ke Polsek Cimanggung. (*/ign)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.