Akhirnya, PKL Pasar Sandang Mau Pindah

KOTA – Pemerintah Kabupaten Sumedang mengubah istilah pedagang kaki lima (PKL) menjadi pedagang kreatif lapangan. Perubahan nama itu dilakukan bersamaan dengan peresmian tempat penampungan sementara (TPS) bagi pedagang PKL Pasar Sandang Sumedang.

Peresmian dilakukan oleh Sekretaris Daerah, Zaenal Alimin didampingi oleh Kadiskoperindag Dicky Rubiana Abdullah dan beberapa pejabat Pemkab Sumedang. Kegiatan itu sendiri dilakukan di depan Stadion Ahmad Yani, Kota Kaler, Kecamatan Sumedang Utara.

Kini, PKL yang sebelumnya menolak untuk dipindahkan, sudah menyetujui untuk pindah ke TPS yang sudah disediakan oleh pemerintah.

Zaenal Alimin mengatakan, perubahan ini tentu ada sebabnya. Karena, jika melihat makna pedagang kaki lima terkadang orang memandang sebelah mata. Tapi, apabila PKL singkatan dari Pedagang Kreatif Lapangan tentu akan berbeda. Ini menjadi sebuah gambaran orang-orang yang mengerti akan dagangan, mengerti akan lingkungan dan mengerti akan aturan. Dimana ada keinginan untuk berdagang, dimanapun tempatnya akan senantiasa mewujudkan kondisi yang nyaman, aman, dan tertib.

“Kita budayakan, kita sosialisasikan, kita pupuk dalam pemahaman dan dalam jiwa masyarakat Kabupaten Sumedang. Singkatan PKL di Sumedang Bukan pedagang kaki lima tetapi Pedagang kreatif lapangan, “ ujar Zaenal yang juga didampingi Staf Ahli Bidang SDM dan kemasyarakatan, Ani Gestapiani, Minggu (15/11).

Zaenal juga menyinggung tujuan dibangunnya tempat penampungan sementara, tentunya berkaitan dengan pembangunan pasar sandang di Sumedang.

“Apabila kita melihat secara jujur, kondisi pasar impres sumedang saat ini sudah sangat berdesak-desakan. Sehingga, konsumen merasa tidak nyaman dan bagi para pedagang sendiri menimbulkan ketidak nyamanan untuk berjualan di pasar sandang,” terangnya.

Dikatakan Zaenal, Pemda memiliki pemikiran kondisi pasar sandang di Sumedang harus direvitalisasi dirubah dan ditingkatkan.

“Hal itu agar menjadi pasar yang nyaman, bersih tertib sehingga konsumen merasa tertarik untuk berkunjung ke belanja ke pasar sandang Sumedang,” tandasnya.

Saat ini, masyarakat khususnya para pembeli mindsetnya sudah mulai berubah. Mereka memilih tempat belanja yang bersih, tertib, aman, nyaman. Mereka pun banyak yang beralih ke pasar modern.

“Mari Kita buktikan bahwa masyarakat pasar sandang maupun masyarakat pasar inpres dengan lingkungan dan kondisi pasar yang akan datang akan bersih, tertib, aman, nyaman. Apabila kita dukung dalam pelaksanaannya, maka Insya Allah dapat terwujud, “ pungkasnya. (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.